Harianpilar.com, Bandarlampung – Sebanyak 6,6 juta jiwa diprediksi bakal lalu lalang melewati Provinsi Lampung selama arus mudik lebaran 2025. Mereka ada yang melalui jalur darat, laut, maupun udara. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Provinsi Lampung, Bobby Irawan kepada Harian Pilar, Selasa (25/3).
Bobby menyampaikan bahwa, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang tercatat juga dalam data Kementerian Pariwisata, secara nasional, pergerakan orang selama mudik lebaran 2025 diprediksi mencapai 146.486.000 orang. “Angka ini mengalami penurunan sebanyak 24 persen dari tahun sebelumnya,” ujarnya.
Untuk puncak arus mudik, kata Bobby, diprediksi berlangsung pada H-3 sebelum lebaran dan arus balik H+5 setelah lebaran. “Nah biasanya orang mudik itu sekaligus berwisata. Dan untk di Lampung sendiri pergerakan orangnya diprediksi mencapai 6,6 juta orang. Mereka lewat jalur darat, laut, dan udara,” jelasnya.
Di Lampung sendiri, kata Bobby, pada tahun kemarin tercatat jumlah wisatawan ke Lampung mencapai 17,27 juta yang mayoritas 46 persennya berasal dari Sumatera Selatan. “Selebihnya daribdaerah lain, ada 20 persen dari Jabodetabek, disusul Jawa Tengah dan Jatim kisaran 2 persen,” jelasnya.
Bobby menungungkapkan alasan kenapa banyak orang Sumsel atau Palembang yang berwisata ke Lampung. Selain konektivitas adanya jalan tol, banyaknya destinasi wisata di Lampung juga menjadi alasan orang Palembang berwisata ke Lampung.
“Di Lampung itu ada 694 destinasi wisata. Dan sebagian banyak destinasi wisata bahari yang masih tinggi peminat wistanya. Termasuk turis mancanegara,” kata dia.
Selain itu, pesatnya perkembangan cafe dan hotel di Lampung juga menjadi daya tarik wisatawan berkunjung ke Lampung. “Jadi banyak sekali alasan orang mau berwisata ke Lampung. Kita ini orangnya ramah-ramah, makanya mereka senang berwisata ke Lampung,” ungkapnya.
Kemudian, masih kata Bobby, wisata religi di Lampung Tengah juga menjadi bagian daya tarik wisatawja ke Lampung. “Wisata religi ini diurus oleh sekelompok orang atau pemangku agama, tapi ini ikut mendorong orang untuk datang ke Lampung,” kata dia.
Lebih lanjut dirinya berharap kepada para pengusaha wisata di Lampung untuk terus meningkatkan profesionalisme dalam pengelolaan wisata. “Ini yang terus kita tekankan kepada mereka. Terutama keamanan Wisata, karena ji KA wisata aman, maka muncul kenyamanan. Dan tak kalah penting adalah kebersihan tempat wisata,” pungkasnya. (Ramona).









