Harianpilar.com, Bandarlampung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung bergerak cepat menyiapkan langkah penanganan bencana banjir baik jangka pendek maupun jangka panjang. Salah satunya dengan menaikkan status bencana banjir menjadi tangap darurat, kebijakan ini menjadikan penangan bencana banjir harus cepat dan komprehensif.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang saat ini masih mengikuti retret di Akmil, Magelang, terus memantau dan memberi instruksi penangan dampak bencana banjir. Mirza melakukan briefing dengan Wakil Gubernur Lampung dr.Jihan Nurlela dan lembaga terkait.”Semalam saya sudah briefing dengan Wagub dan OPD, intruksinya nanti Wagub yang menyampaikan,” ujar Mirza dari Magelang, Minggu (23/2).
Di Lampung, Wakil Gubernur Lampung, dr. Jihan Nurlela langsung memimpin rapat koordinasi penanganan banjir di Kantor BPBD Provinsi Lampung, Minggu (23/2). Dalam rapat ini, dr. Jihan menyampaikan instruksi penangan banjir untuk jangka pendek dan jangka panjang. “Ini menindaklanjuti instruksi Bapak Gubernur untuk melakukan tindakan jangka pendak dan jangka panjang dalam penanganan banjir di Lampung,” ujarnya.
Jihan menegaskan pentingnya respons cepat dan sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, serta instansi terkait dalam mengatasi dampak banjir. “Kami berkoordinasi dengan OPD dan perwakilan pemerintah/kota, termasuk Sekda dan BPBD. Status kita naiknya menjadi tanggap darurat agar penanganan lebih optimal,” ujar dr. Jihan.
Selain itu, Pemprov Lampung juga menyiapkan langkah mitigasi, termasuk normalisasi sungai dan perbaikan drainase. “Kepala Balai sudah hadir dalam rapat ini, dan kami akan segera bergerak untuk mengatasi permasalahan banjir secara komprehensif,” tandasnya.
Untuk jangka pendek, kata dia, OPD terkait seperti BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan dinas terkait lainnya melakukan mitigasi dampak bencana banjir. “Jadi kita kerja kolektif untuk mitigasi dampak banjir, kemudian melakukan normalisasi sungai, memberikan bantuan kepada korban dampak banjir, serta mendirikan dapur umum,” kata dia.
Selain itu, mengupayakan bantuan untuk korban yang meninggal yang berasal Pemprov Lampung dan Kementerian Sosial (Kemensos) berupa bantuan uang tunai. “Dan Alhamdulillah dari Pemkot Bandarlampung juga menyerahkan bantuan uang tunai,” tandasnya.
Pemprov Lampung berkomitmen memastikan langkah penanganan banjir berjalan efektif, tidak hanya sebagai solusi jangka pendek, tetapi juga dalam upaya pencegahan jangka panjang bagi masyarakat terdampak. Untuk jangka panjang, Pemprov Lampung bersama akademisi menyiapkan langkah penanganan. “Kita juga akan buat sumur resapan atau biopori dan meminta masukan dari akademisi, pokoknya langsung kita eksekusi untuk penanganan banjir ini,” ujarnya.
Seperti diketahui, hujan deras yang mengguyur Lampung sejak Jumat (21/2) malam hingga Sabtu pagi menyebabkan banjir di 3 Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung. Sebanyak 2.181 rumah terendam, dan tiga warga dilaporkan meninggal dunia.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari, menyampaikan bahwa banjir melanda beberapa wilayah yakni Kota Bandar Lampung, Kabupaten Lampung Selatan dan Kabupaten Pesawaran.”Data sementara menunjukkan ada 2.181 rumah terdampak di 3 Kabupaten/kota. Jadi untuk Bandarlampung ada 9 Kecamatan, Lampung Selatan ada 4 kecamatan dan Pesawaran ada 3 kecamatan,” ujar Yuni, dalam siaran persnya Sabtu (22/2).
Untuk korban meninggal dunia, lanjutnya, di Bandarlampung terdapat tiga korban. Satu di wilayah Campang Raya atas nama Sutiyem yang hanyut setelah mobilnya terseret banjir. Kemudian pasutri di Tanjung Karang Barat atas nama Haryadi Prabowo dan Rosmaini, kedua korban ini tertimpa longsor saat berada didalam rumah.
Saat ini, tim SAR gabungan masih melakukan evakuasi warga yang terjebak di lokasi banjir. “Di beberapa titik, air mencapai atap rumah. Tim Basarnas dan kepolisian terus berjaga dan melakukan penyelamatan,” kata Yuni.









