Harianpilar.com, Bandarlampung – Pelaksanaan sejumlah proyek milik Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mesuji tahun 2024 diduga kuat sarat penyimpangan. Bahkan, indikasi penyimpangan ini terjadi sejak tahap awal pelaksanaan atau tahap tender.
Dari dokumen yang diperoleh Harian Pilar, ditemukan banyak perusahaan yang memenangkan tender dengan nilai penawaran sangat minim penurunannya dari Harga Perkiaraan Sendiri (HPS).
Bahkan, terdapat proyek bernilai puluhan miliar namun nilai penawaran pemenang tendernya hanya turun 0,1 persen dari HPS. Indikasi tender proyek Dinkes Mesuji ini dikondisikan semakin kuat karena peserta tender mayoritas sama dan bergantian pemenang. Hal ini mengindikasikan tender dalam satu kendali.
Seperti tender proyek Pembangunan Rumah Sakit D Pratama dengan HPS Rp42,7 Miliar tendernya dimenangkan CNS dengan penawaran Rp42.677.524.000 hanya turun Rp69 juta atau 0,1 persen dari HPS.
Proyek Pembangunan Gedung Radiologi dengan HPS Rp2 Miliar tendernya dimenangkan CV.PMJ dengan penawaran Rp1.979.087.000 hanya turun Rp20 juta atau 1 persen dari HPS.
Proyek Pembangunan Gedung Bedah Central dengan HPS Rp9 Miliar tendernya dimenangkan CV. UF dengan penawaran Rp8.856.000.000 hanya turun Rp144 juta atau 1,6 persen dari HPS.
Proyek Penambahan Ruang Puskesmas Sidomulyo dengan HPS Rp2 Miliar tendernya dimenangkan SB dengan penawaran Rp1.974.450.000 hanya turun Rp25,5 juta atau 1,2 persen dari HPS.
Indikasi tender proyek-proyek ini dikondisikan semakin terlihat dari peserta tender yang mayoritas sama dan bergantian menjadi pemenang.
Seperti CV PMJ yang menjadi peserta pada tender proyek Pembangunan Rumah Sakit D Pratama, gantian menjadi pemenang pada tender proyek Pembangunan Gedung Radiologi.
Begitu juga CV. UF yang menjadi peserta pada tender proyek Penambahan Ruang Puskesmas Sidomulyo, gantian menjadi pemenang tender proyek Pembangunan Gedung Bedah Central.
Peserta tender proyek-proyek ini juga mayoritas sama diantaranya CV. CAK, CV. PMJ, CV. RFR, CV.BC, CV.SAJ, PT.JKA, CV. HBK, CV. PAB, PT. PAM, CV. BC,KMS.
Sementara, pihak Dinkes Mesuji hingga berita ini diturunkan belum berhasil dimintai tanggapan terkait masalah ini.(*)









