oleh

Program ‘Kartu Petani Berjaya’ Dipertayakan

Harianpilar.com, Bandarlampung – Pengacara Rakyat Wahrul Fauzi Silalahi, S.H., mengkritik keras program unggulan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi ‘Kartu Petani Berjaya’ yang dinilai gagal dalam menyejahterakan petani di Lampung. 

Kritikan pedas itu disampaikan Wahrul, menyusul ribuan hektare sawah di beberapa daerah di Lampung terendam banjir akibat hujan lebat mengguyur wilayah Lampung, belum lama ini. 

Otomatis, kondisi ini menyisakan pilu bagi para petani lantaran dipastikan ribuan hektare sawah gagal panen.   

“Ribuan hektare lahan sawah terendam banjir. Dimana komitmen dan program unggulan Gubernur Arinal soal program Kartu Petani Berjaya,” tanya Wahrul, dalam rilis yang diterima Harian Pilar, Selasa (5/3). 

Padahal sebelumnya, kata Wahrul, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung sudah memetakan total luasan sawah yang berisiko terpapar banjir adalah 74.095 hektare.

“Dari data yang kami miliki, setidaknya ada 6 kabupaten yang terdampak banjir seperti Lampung Utara, Lampung Tengah, Lampung Selatan, Lampung Barat, Mesjui dan Tulangbawang,” ungkap Wahrul. 

Wahrul mepertanmyakan, bagaimana komitmen garansi/asuransi yang ada dalam program unggulan gubernur Lampung.

“Dalam konteks saat ini, apakah Pemprov akan memberikan bibit dan pupuk terhadap petani yang terdampak. Kapan gubernur akan turun melihat lapangan,” tanya Wahrul lagi. 

Terlebih saat ini, kata Wahrul, bahwa banyak petani yang mengeluhkan terkait susahnya mendapatkan pupuk.

“Saya mendapatkan informasi bahwa petani masih kesulitan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi. Ada juga petani yang sawahnya baru ditanam dan baru diberi pupuk, lalu terkena banjir. Ini kan perlu segera disikapi,” ungkapnya. 

Wahrul kembali mempertanyakan realisasi program unggulan Kartu Petani Berjaya gubernur Lampung.

“Tujuan dari program pertani berjaya ini kan untuk kesejahteraan petani, lalu bagaimana realisasinya selama kurang lebih 4 tahun ini. Namun hingga saat ini, sepertinya belum ada tanggapan konkret lagi Pemprov Lampung terkait solusi untuk para petani,” tandasnya. 

Bardasarkan data yang dihimpun, ribuan lahan persawahan di Lampung Selatan (Lamsel) yang terendam banjir mancapai 1.813,75 hektare. 

Kepala Bidang Tanaman Pangan DTPH-Bun Lampung Selatan, Eka Saputra mengatakan, luasan 1.813, 75 hektare lahan sawah yang terendam banjir tersebut, merupakan masih data sementara.

Berdasarkan data sementara, lahan sawah yang terdampak banjir meliputi lahan persawahan di wilayah Kecamatan Palas seluas 422 hektare dengan usia tanaman 3 – 40 hari.

Selanjutnya di Kecamatan Sragi seluas 743 hektare dengan usia tanaman 1 – 30 hari dan di Kecamatan Ketapang 620 hektare dengan usia tanaman 1 – 45 hari.

Kemudian, di Kecamatan Natar luas sawah yang terendam 18,75 hektare dengan usia tanaman 15 – 35 hari. Sementara di Kecamatan Candipuro luas sawah yang terendam 10 hektare dengan usia tanaman 10 -30 hari.

Kondisi yang juga terjadi di lahan persawahan Lampung Tengah (Lamteng) hingga mencapai puluhan hectare, akibat meluapnya debit air Way (Sungai) Wayah, hingga merusah akses jalan yang menghubungkan Kecamatan Kalirejo dan Padangratu.

Mesemtara di Mesuji, tercatat 3.000 hektare lebih lahan sawah terendam banjir di tiga kecamatan yang berpotensi puso. (*).