oleh

Diduga Ada Penggelembungan Suara Di Dapil 6 Tanggamus

Harianpilar.com, Tanggamus – Proses Pleno Rekapitulasi KPU Tanggamus, di Hotel 21 Gisting, Minggu (3/3) banjir interupsi, yang mengarah pada dugaan penggelembungan suara pada perolehan suara Caleg di Dapil 6 Bulok.

Dugaan tersebut terungkap saat pembacaan perolehan suara Caleg oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Bulok untuk Caleg Dapil 6 DPRD Tanggamus. Dimana, perolehan suara caleg berdasarkan D Hasil dan C Hasil yang dipegang saksi partai tidak sama.

Saksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Suharni menjelaskan, pembacaan D Hasil perolehan suara Caleg oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Bulok, untuk DPRD Kabupaten Tanggamus dapil 6 pada Pemilu 2024 tidak singkron dengan C Hasil yang pegang saksi.

Suharni menegaskan, pihaknya mempersoalkan adanya indikasi peralihan suara di internal partai.
“Diduga, ada pengelembungan suara hingga menguntungkan salah satu Caleg. Ada indikasi peralihan suara salah satu caleg ke caleg lainnya,” ungkap Suharni, Senin (4/3).

Hal yang sama diungkapkan saksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Zainudddin. Menurutnya, berdasarkan C Hasil yang dipegang, perolehan suara caleg PPP melebihi Caleg partai Golkar. Namun saat Pleno KPU perolehan suara Caleg PPP turun di bawah Caleg Golkar.

“Suara dari partai Golkar banyak yang berubah. Padahal, berdasarkan C Hasil perolehan suara caleg PPP lebih unggul dibandingakan Caleg Golkar. Kok bisa, setelah Pleno KPU di Kecamatan Bulok suara Caleg Golkar melebihi perolehan suara Caleg PPP di dapil 6 Bulok,” ungkapnya.

Atas interupsi pleno KPU itu, akhirnya panitia sepakat akhirnya disepakati dengan membuka 73 kotak suara dan mencocokkan C Hasil dari semua TPS.

Pantauan saat pencocokkan C hasil, terlihat jelas bahwa C hasil yang ada pada saksi Partai dan yang ada pada Bawaslu cocok jumlahnya, hanya D Hasil yang dikeluarkan oleh PPK Bulok yang berbeda.

“Diduga ada peralihan suara hingga menguntungkan salah satu Caleg,” ungkap Zainuddin.

Atas kejadian itu, Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Bulok, Andreas saat dikonfirmasi menegaskan, terkait adanya perbedaan perolehan suara dari D hasil kecamatan dengan suara yang di C Hasil Pleno di 73 TPS, hanya kesalahan penulisan.

“Itu hanya kesalahan penulisan, tidak ada kami dari PPK melakukan penggelembungan suara,” tegas Andreas.

Andreas juga menegaskan jika caleg PPP yang mendapatkan kursi terakhir, dengan perbedaan ribuan suara dari Caleg Golkar.

“Dari PPP bang yang dapat kursi terakhir, selisihnya ribuan dengan Golkar,” pungkas Andreas. (*).