oleh

Mulyadi Irsan Dorong Terhubungnya Kiluan-Kotaagung

Harianpilar.com, Tanggamus – Penjabat (Pj) Bupati Tanggamus Ir. Mulyadi Irsan, MT., melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) ke empat kecamatan, Sabtu (7/10).

Selain menyerap aspirasi masyarakat, kunker itu juga untuk mengetahui potensi wisata serta infrastruktur di Kabupaten Tanggamus.

Didampingi Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung Ir. Taufiqulloh, Mulyadi Irsan bersama rombongan mengawali kunjungannya dari titik nol ruas jalan Simpang Kiluan – Kotaagung Timur.

Di sela kunjungannya rombongan juga mengunjungi Teluk Kiluan dan Pantai Gigi Hiu.

Di kedua objek wisata ini, Mulyadi  juga sempat berinteraksi dengan wisatawan yang datang dan menanyakan kesan dan keluhan yang mungkin dirasakan dalam kunjungan wisatanya.

Di kesempatan itu Mulyadi juga memberikan arahan kepada aparatur pekon dan pengelola wisata setempat agar lebih meningkatkan paket dan layanan wisata yang diberikan. Terutama dalam hal keamanan dan kenyamanan wisatawan.

Kunjungan dilanjutkan dengan melihat kondisi di sepanjang ruas jalan yang memang kondisinya memprihatinkan, karena hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua atau mobil dengan penggerak empat roda.

Menjelang tengah hari, Mulyadi dan rombongan singgah di kediaman tokoh masyarakat Kelumbayan, yakni Suntan Syah Bandakh Marga di Pekon Negeri Kelumbayan.

Di tempat ini selain mendapatkan jamuan makan siang dengan menu khas Kelumbayan, yaitu ikan cubik dan sop nibung, Mulyadi melakukan interaksi dengan para kepala pekon se Kecamatan Kelumbayan dan Kelumbayan Barat, serta para tokoh dan segenap masyarakat Kelumbayan.

Dalam sambutanya, Mulyadi mengatakan bahwa ini adalah kunjungan pertama dirinya ke 20 kecamatan di Kabupaten Tanggamus, yang akan menjadi agenda beliau untuk berkunjung ke 20 kecamatan se Kabupaten Tanggamus.

“Untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat, agar lebih kenal dengan alamnya, kenal dengan warganya, insya Allah mendengar apa yang menjadi kebutuhan mendesak terhadap pembangunan di Kabupaten Tanggamus,” katanya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, bahwa di seluruh wilayah Lampung sudah terhubung antar pekon, antar kecamatan, antar kabupaten. Hanya dari Kiluan sampai Kotaagung ini yang masih tertunda.

“Insya allah nanti kita bersama-sama dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Lampung dan juga Pemerintah Kabupaten Tanggamus, mewujudkan jalan tersebut. Tak lupa kita berdoa agar rencana kita dan niat baik kita ini dimudahkan, karena memang jalan ini adalah trigger dalam pembangunan,” terangnya.

“Jadi kita akan bersama-sama dengan masyarakat untuk meningkatkan kembali pembangunan di Kelumbayan. Ibu Dewi dan Pak Haji Syafii sudah berbuat yang terbaik di Kelumbayan, insya Allah nanti apa yang menjadi kekurangan untuk melengkapi hasil pembangunan dari kepala daerah sebelumnya kita akan lanjutkan, akan kita tingkatkan. Agar kedepan Kelumbayan akan sama dengan Sumberejo, Ulubelu dan kecamatan yang lainnya,” imbuhnya.

Mulyadi menegaskan, prasarana transportasi jalan sangat dibutuhkan untuk menggerakkan ekonomi di wilayah Kecamatan Kelumbayan sampai ke Kotaagung.

“Jadi tujuan utama kami kesini yang paling utama adalah mendorong terhubungnya antara Kiluan dengan Kotaagung. Kenapa? karena memang di Kotaagung itu ada Kawasan Industri Maritim yang saat ini memang belum bisa beroperasi secara maksimal,” jelasnya.

“Kawasan industri ini dulu digagas oleh Bupati sebelumnya, yaitu Pak Bambang. Beliau yang mendorong bagaimana ada pengungkit terhadap ekonomi, karena yang akan menikmati semuanya adalah masyarakat Tanggamus,” tandasnya lagi.

Mulyadi juga mengajak segenap elemen di Kecamatan Kelumbayan untuk bangkit dan mengembangkan potensi alam yang ada, agar petani, nelayan dan masyarakat lebih maju dan sejahtera.

Salah satunya adalah dengan meningkatkan  pemanfaatan Kartu Petani Berjaya (KPB) sebagai salah satu program Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dalam rangka memfasilitasi petani dan nelayan dalam melaksanakan aktifitasnya, sehingga petani dan nelayan terbantu untuk mendapatkan akses yang mudah dan murah untuk bibit atau pupuk serta pemasaran. Termasuk untuk mendapatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR). (*).