oleh

Anggota DPRD Lamsel Jasroni Helat Sosialisasi Pembinaan IPWK

Harianpilar.com, Lampung Selatan – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lampung Selatan, Hi. Jasroni, S.Sos., MM menggelat agenda Sosialisasi Pembinaan Idiologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (IPWK), di Desa Jatimulyo, Ahad (17/9/2023) sore.

Agenda tersebut digelar di Desa Jatimulyo, Kecamatan Jati Agung yang dihadiri kalangan pemuda, tokoh masyarakat dengan menghadirkan narasumber ustad Zainuddin. Hadir juga Ketua BPD Budi Sarjono, ustad Pendi dari Karang Sari.

Jasroni mengatakan adanya Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan wawasan dan kebangsaan kepada masyarakat Indonesia akan pentingnya nilai-nilai pancasila, menurutnya rusaknya sebuah bangsa berawal dari lupanya kita akan sejarah perjuangan bangsa.

Jasroni juga mengatakan negara Indonesia hari ini masih terjajah melalui doktrin pemikiran terhadap pemuda yang membuat rusaknya pengetahuan kebangsaan.

Anggota DPRD Lamsel dari Fraksi Partai Nasdem itu mengajak, seluruh kalangan masyarakat terkhusus pemuda untuk mengamalkan nilai Pancasila dan membantu Pemerintah Daerah mensosialisasikan pentingnya memahami arti wawasan kebangsaan.

“Saya mengajak para kalangan muda ini untuk selalu mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Sehingga kesatuan dan persatuan ini tetap selalu terjaga, dan paham-paham radikal ini tidak dapat berkembang di lingkungan kita,” pungkasnya.

Sementara itu, Zainuddin mengatakan bahwa karena kita adalah bangsa yang Bhinneka Tunggal Ika dan yang kaya akan suku, adat dan budaya, persatuan dan kesatuan.

“Pancasila adalah pegangan kita, rujukan kita dalam berbangsa dan bernegara. Dalam merumuskan pancasila, para pendiri bangsa memiliki tujuan agar bangsa yang kaya akan latar belakang adat dan budaya ini tetap bisa bersatu dan menjadi bangsa yang kuat,” ungkapnya.

Zainuddin mengingatkan bahwa dengan beragamnya bangsa kita, maka sikap toleransi dan tenggang rasa menjadi sangatlah penting.

Dengan demikian kita akan terhindar dari perpecahan dan konflik sesama anak bangsa. “Gotong-royong itu budaya asli bangsa Indonesia. Sehingga kita harus saling membantu satu sama lain. Tidak boleh hanya memeningkan kepentingan peribadi, karena persatuan dan kesatuan harus lebih diutamakan. Yang pada pokoknya ideologi pancasila mengamanahkan kepada kita bahwa kita harus hidup rukun, saling menguatkan dan saling mengingatkan,” ujarnya. (Mar)