Harianpilar.com, Bandarlampung – Setelah sebelumnya mengunjungi kantor Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Lampung, mantan Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus mengunjungi Ketua dan pengurus PAN dan PKS Lampung, Rabu (16/8).
Kunjungan tersebut dalam rangka penyampaian permohonan maaf atas video viral di pendidikan kader Nahdlatul Ulama (NU), agar kader NU jangan bergabung ke PAN karena terafiliasi Muhammadiyah dan PKS.
Di PKS, Parosil berterima kasih karena PKS beserta jajaran mau menerima kehadiran dirinya. Dia menjelaskan kehadirannya untuk meminta maaf atas viralnya potongan video parosil dalam kegiatan internal NU di Lampung Barat yang salah satu isinya melarang untuk masuk PAN dan PKS.
“Secara pribadi saya menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang viral beberapa hari terakhir. Saya manusia biasa, tak ada gading yang tak retak, saya menyampaikan permohonan maaf seandainya materi yang saya sampaikan pada kegiatan tersebut mengusik atau tidak mengusik, saya minta maaf sedalam-dalamnya,” kata Parosil.
Di sisi lain, Ketua DPW PKS Provinsi Lampung Ahmad Mufti Salim mengatakan, kedatangan Parosil Mabsus bersilaturahmi dengan jajaran pengurus DPW PKS Lampung, menunjukkan dia seorang negarawan, yang datang dan minta maaf secara terbuka.
“Beliau sudah hadir dan minta maaf, tidak akan kita perpanjang lagi. Prinsip politik di PKS adalah menciptakan suasana yang adem, asik dan akur. Pak Parosil sudah hadir ke PKS secara langsung, meminta maaf, maka tentunya kami maafkan,” ucap Mufti.
Di PAN, Parosil disambut langsung oleh Ketua Irham Jafar Lan Putra, Bendahara Diah Dharma Yanti, Ketua Bappilu Joko Santoso dan pengurus PAN Lampung lainnya.
“Saya tidak ingin klarifikasi soal video kemarin, saya mohon maaf atas kesalahan saya, kekhilafan atau kesombongan saya yang menyinggung keluarga besar PAN,” kata Parosil yang juga Ketua DPC PDIP Lampung Barat.
Menanggapi permohonan maaf itu, Ketua PAN Lampung Irham Jafar Lan Putra mengatakan, pihaknya sudah memaafkan dan tidak terlalu mempersoalkan permasalahan tersebut.
“Kita hanya terkejut saja. Tapi manusia itu memang tidak luput dari kesalahan, tapu tidak semua bisa meminta maaf. Jadi kita sudah memaafkan juga, kalau PAN selama ini biasa biasa saja menanggapinya,” kata Irham.
Irham mengatakan, peristiwa ini adalah pembelajaran yang tidak direncanakan, apalagi Parosil sudah meminta maaf. “Harapannya, ke depan bisa lebih bijak, tidak mengulangi kesalahan yang sama, jangan lagi dipanas-panasi,” pungkasnya. (*).









