oleh

Miris, Bangunan SDN 2 Sidorahayu Berdinding Bilik Bambu

Harianpilar.com, Lampung Utara – Miris, dunia pendidikan di Kabupaten Lampung Utara (Lampura) masih sangat memperihatinkan. Betapa tidak, bangunan SDN 2 Sidorahayu, Kecamatan Abungsemuli masih berdinding bilik/geribik.

Padahal, dana alokasi khusus (DAK) Pendidikan Lampura tahun 2023 sangat yakni Rp 9 miliar. Dari total anggaran DAK yang diterima, Rp 6,5 miliar dipergunakan untuk pembangunan fisik.

Pantauan di lokasi, bangunan hasil swadaya masyarakat itu sangat jauh dari kata layak. Selain telah bolong-bolong, lantainya juga terlihat berdebu.

“Kelas berdinding geribik ini untuk siswa kelas IV,” ujar guru SDN 2 Sidorahayu, Fara Agustina kepada wartawan, Rabu (9/7).

Menurut Fara, pembangunan kelas berdinding geribik ini, hasil swadaya. Sebab, jika tidak demikian, para siswa tidak dapat belajar akibat jumlah kelas yang tidak mencukupi. Adapun total kelas yang ada, yakni tiga kelas.

Untuk mengatasi kekurangan jumlah kelas itu, mereka terpaksa menerapkan pembagian kelas secara bergiliran.

Rinciannya, siswa kelas 1 bergantian dengan siswa kelas 2. Adapun kelas 3, para siswanya belajar di gedung perpustakaan. Adapun siswa kelas V, dan VI menggunakan dua ruangan yang tersisa.

“Mohon kiranya pemerintah menambahkan ruang kelas baru agad siswa nyaman saat belajar,” pinta dia.

Sementara itu, Kepala Desa Sidorahayu, Winoto mengatakan, ruang kelas berdinding geribik di sekolah itu diperkirakan telah berusia lebih dari lima tahun. Jarak dengan sekolah terdekat sekitar 2 KM.

“Kalau enggak salah, sudah lebih dari lima tahun bangunan itu,” ujarnya.

Menyikapi kondisi tersebut, Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Lampung Utara, Opy Riansyah menjelaskan, akan segera meninjau SDN tersebut.

Pihaknya ingin melihat dari dekat kondisi sekolah tersebut sehingga dapat memperkirakan apa saja yang dibutuhkan untuk mengatasi kondisi itu.

“Kami akan turun ke sana dalam waktu dekat,” ucap dia. (*).