oleh

Dua Pemancing Di Pantai Mutun Tewas Tenggelam

Harianpilar.com, Bandarlampung – Empat orang pemancing yang mengalami kebocoran perahu hingga tenggelam di Perairan Pantai Mutun, Pesawaran, akhirnya ditemukan.

Namun sayang, dua diantaranya ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia, Minggu (2/7) sekira pukul 13.10 Wib.

Kedu pemancing yang meninggal yakni, Wisnu (35) dan Kristianto (30) warga Kemiling Bandar Lampung. Sementara dua lainnya, Yanuar (22) dan Rusman (23) selamat setelah berhasil berenang ke pinggir pantai.

Kepala Kantor Basarnas Lampung Deden Ridwansah yang diwakili oleh Kepala Seksi Operasi dan Siaga Didit Permana menyatakan kebenaran penemuan korban tersebut.

“Korban atas nama Wisnu (35) dan Kristianto (30) telah berhasil ditemukan oleh Tim SAR Gabungan sekitar pukul 13.11 WIB. Korban selanjutnya dievakuasi menuju RS Tjokrodipo,” kata Didit, dalam siaran pers yang diterima wartawan, Minggu (2/7).

Diceritakannya, kejadian berawal pada hari Minggu (02/07) sekitar pukul 07.10 WIB kapal yang digunakan 4 orang pemancing ikan di Perairan Pantai Mutun mengalami kebocoran dan tenggelam. Dua orang berhasil selamat dengan berenang ke pinggir pantai. Korban selamat yakni, Yanuar (22) dan Rusman (23).

“Sedangkan 2 korban tenggelam dan hilang dikarenakan tidak bisa berenang. Korban tenggelam  Wisnu (35) dan Kristianto (30) merupakan warga Kemiling Kota Bandarlampung,” ujarnya.

Dijelaskannya, Basarnas Lampung menerima info tersebut pada Minggu (2/7) pukul 08.30 WIB dari Iptu Suhartono (Kasat Polair Polres Pesawaran).

“Lalu, Kepala Kantor Basarnas Lampung Deden Ridwansah selaku SMC (SAR Mission Coordinator) langsung mengerahkan 1 tim Rescue untuk menuju lokasi dan melaksanakan operasi SAR,” jelasnya.

Kemudian, Pukul 10.50 WIB Tim Rescue tiba di lokasi dan langsung melakukan koordinasi dengan unsur SAR gabungan yang terdiri dari Pos Bin Pot Marinir Lempasing, Polairud Polda Lampung, Polairud Polres Pesawaran, Babinkamtibmas Lempasing, Babinsa Lempasing, Polsek Padang Cermin, FRRL (Forum Rescue Relawan Lampung) dan nelayan setempat.

“Selanjutnya Tim SAR Gabungan melakukan pencarian dengan penyisiran dan pemantauan di sekitar lokasi kejadian dengan menggunakan perahu karet Basarnas dan perahu nelayan,” ujarnya.

Sekitar pukul 12.45 WIB Tim SAR Gabungan melanjutkan pencarian dengan menggunakan Aqua Eyes, hasil pencarian dengan aqua eye ditemukan cluser berupa tanda X arah 59,92° ± 50 M dari lokasi kejadian selanjutnya Tim SAR Gabungan melakukan penyelaman di lokasi tersebut.

“Pukul 13.11 WIB Tim SAR Gabungan berhasil menemukan kedua korban dalam keadaan meninggal dunia pada koordinat 5°31’6.58″S – 105°16’16.05″E atau sekitar 100 meter dari lokasi kejadian. Kemudian korban dievakuasi menuju RS Tjokrodipo untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak berwajib,” tandasnya. (*).