Harianpilar.com, Lampung Selatan – Angin puting beliung menerjang dua desa di wilayah Kecamatan Tanjung Sari, tepatnya di Desa Wawasan dan Desa Bangunsari pada Minggu sore (9/4/2023). Kurang lebih 60 rumah dilaporkan rusak akibat bencana ini.
“Banyak rumah warga yang rusak, pohon tumbang, dan sekolah yang terdampak. Syukur alhamdulillah, tidak ada korban jiwa,” ujar Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto yang langsung meninjau dampak puting beliung di Desa Wawasan, Senin pagi (10/4/2023).
Bupati Lampung Selatan yang turun meninjau lokasi terdampak didampingi jajaran Polres dan Kodim 0421 Lampung Selatan nampak memberikan suport kepada masyarakat yang sedang bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan yang rusak.
Selain itu, Nanang juga meminta kepada tim cepat tanggap untuk mendata rumah serta fasilitas umum yang rusak akibat angin puting beliung tersebut. “Untuk tim segera turun dan turut membantu masyarakat untuk bergotong royong. Pak Camat dan pak Kades segera mendata berapa korban dan kerusakannya,” imbuh Nanang.
Sebelumnya, angin puting beliung disertai hujan lebat menghantam ratusan rumah penduduk, termasuk gedung sekolah dan rumah ibadah, di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Lampung Selatan, Minggu (9/4) sekira pukul 16.00 Wib.
Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, tercatat ada seratus bangunan di dua desa tersebut porak poranda.
“Korban rumah dan bangunan di Desa Wawasan sebanyak 86 dan Desa Bangun Sari sebanyak 14 rumah,” kata warga Kecamatan Tanjungsari Arif, saat dihubungi via telepon, Minggu (9/4).
Diungkapkan Arif, warga sekitar tidak menyangka tiba-tiba angin menggulung atap rumah dan merusak perabotan rumah tangga di dua desa yakni, Desa Wawasan dan Desa Bangun Sari, Kecamatan Tanjungsari.
“Angin menggulung atap rumah yang berasal dari seng dan genting. Atas rumah beterbangan dan genting runtuh hancur. Sedangkan perabotan rumah tangga di dalamnya tertimpah reruntuhan atap kayu dan genting,” ungkapnya lagi.
Ditegaskan Utamai, warga yang merupakan korban puting beliung, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.000 WIB. Ia melihat ada angin yang melingkar dari sebelah selatan menuju sebelah utara.
“Ngeri bener melihat angin itu yang sangat kencang dan menghantam rumah-rumah warga dan mengakibatkan genting- genting beterbangan. Adapun jumlah rumah yang terkena angin puting beliung sekitar puluhan rumah. Saya langsung keluar rumah menyelamatkan anak anak. Ya, saya takut karena suara anginnya terdengar kayak tawon datang,” ujar Utami.
Dia menceritakan pada saat kejadian pukul 16.00 WIB. Dirinya sedang berada di dalam dapur hendak memasak buat persiapan buka puasa.
“Begitu mendengar suara gemuruh, semua yang di dalam rumah berhamburan ke luar rumah karena suara angin sangat kencang, mereka mengamankan diri masing-masing,” ungkapnya. (Mar)









