oleh

Puting Beliung ‘Gulung’ Ratusan Rumah di Lamsel

Harianpilar.com, Lampung Selatan – Angin puting beliung disertai hujan lebat menghantam ratusan rumah penduduk, termasuk gedung sekolah dan rumah ibadah, di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Lampung Selatan, Minggu (9/4) sekira pukul 16.00 Wib.

Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, tercatat ada seratus bangunan di dua desa tersebut porak poranda.

“Korban rumah dan bangunan di Desa Wawasan sebanyak 86 dan Desa Bangun Sari sebanyak 14 rumah,” kata warga Kecamatan Tanjungsari Arif, saat dihubungi via telepon, Minggu (9/4).

Diungkapkan Arif, warga sekitar tidak menyangka tiba-tiba angin menggulung atap rumah dan merusak perabotan rumah tangga di dua desa yakni, Desa Wawasan dan Desa Bangun Sari, Kecamatan Tanjungsari.

“Angin menggulung atap rumah yang berasal dari seng dan genting. Atas rumah beterbangan dan genting runtuh hancur. Sedangkan perabotan rumah tangga di dalamnya tertimpah reruntuhan atap kayu dan genting,” ungkapnya lagi.

Ditegaskan Utamai, warga yang merupakan korban puting beliung, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.000 WIB. Ia melihat ada angin yang melingkar dari sebelah selatan menuju sebelah utara.

“Ngeri bener melihat angin itu yang sangat kencang dan menghantam rumah-rumah warga dan mengakibatkan genting- genting beterbangan. Adapun jumlah rumah yang terkena angin puting beliung sekitar puluhan rumah. Saya langsung keluar rumah menyelamatkan anak anak. Ya, saya takut karena suara anginnya terdengar kayak tawon datang,” ujar Utami.

Dia menceritakan pada saat kejadian pukul 16.00 WIB. Dirinya sedang berada di dalam dapur hendak memasak buat persiapan buka puasa.

“Begitu mendengar suara gemuruh, semua yang di dalam rumah berhamburan ke luar rumah karena suara angin sangat kencang, mereka mengamankan diri masing-masing,” ungkapnya.

Saat dikonfrimasi, Camat Tanjungsari M. Dicky Cherlandra membenarkan angin puting beliung menerjang dua desa yakni Wawasan dan Bangun Sari.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah,” kata camat, melalui sambungan telepon selulernya.

Dijelaskan camat, jika angin puting belung selain menghancurkan puluhan rumah penduduk, juga fasilitas umum seperti gedung sekolahan, pasar, rumah ibadah, toko dan retail.

Namun demikian, kata Camat, dua kepala desa kini sedang mendata para korban yang diperkirakan mencapai ratusan rumah. Menurut Camat aparatur kedua desa beserta masyarakat hingga kini masih melakukan pendataan secara pasti kerusakan yang disebabkan angin puting beliung.

“Kini kedua kepala sedang mendata para korban, namun belum dilaporkan ke saya berapa jumlah korban secara pasti,” tukasnya.

Selain itu, kata camat, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) Lampung Selatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Selatan.

“Rencananya hari ini, Senin (10/4/2023) Dinas Sosial dan BPBD) Lampung Selatan akan turun ke lapangan,” ujarnya. (*).