oleh

PT Pelindo II Digugat 500 Miliar

Harianpilar.com, Bandalampung – PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo) Cabang Panjang, Bandarlampung, Lampung digugat ganti rugi Rp500 miliar oleh Forum Komunikasi Kerapu Lampung (Fokkel).

Gugatan ini dilayangkan, lantaran kelompok petani tampak Sari Ringung, mengalami kerugian usaha akibat limbah yang diduga berasal dari aktifitas pengerukan dermaga PT Pelindo II, yang mengakibatkan matinya ikan di tambak.

Kuasa Hukum Fokkel Sopian Sitepu,SH menjelaskan, gugatan perdata ini diajukan bukan tanpa sebab, pihaknya bersama Pelindo II sudah pernah menempuh jalur kekeluargaan demi menyelesaikan permasalahan.

Namun hingga gugatan dilayangkan, para petani tambak belum menerima itikad, baik apapun dari para pihak yang dianggap telah merugikan mereka.

“Gugatan ini kami ajukan, sebab semua jalan telah kami tempuh termasuk meminta DPRD Lampung untuk melakukan mediasi, tapi PT Pelindo tidak ada niat baik,” kata Sopian, saat dihubungi via telepon, Rabu (1/3).

Menurut Sopian, kerugian yang diderita kelompok petani tambak ini rilnya Rp50 miliar. Namun, ada kerugian lain lantaran rusaknya ekosistem tambak, sehingga petani tambak tidak lagi bisa berusaha di lokasi tambak tersebut.

“Kalau terkait kerugian klien kami, rilnya dari tambak dan ikan sekitar Rp50 miliar. Tetapi kerugian lain lantaran rusaknya ekosistem sehingga tak bisa berusaha lagi dengan tambak bisa ditaksir mencapai Rp500 miliar lebih,” ungkap Sopian.

Untuk itu, petani tambak meminta kerugian atas matinya sumber penghasilan mereka, akibat adanya kegiatan pengerukan pendalaman dasar di dermaga pelabuhan Pelindo, yang diduga limbahnya dibuang dekat lokasi keramba ikan.

“Kami sebagai pihak korban akibat kegiatan pengerukan para tergugat, meminta ganti rugi atas usaha yang mati,” tegasnya.

Ditegaskan kembali oleh Sopian, jika selama ini pihaknya sudah menempuh upaya mediasi, tapi tidak juga penyelesaian.

“Seluruhnya sudah kami tempuh, baik pendekatan maupun meminta bantuan DPRD Lampung untuk menyelesaikan, tetapi tak juga selesai, tuntutan ganti kerugian kami belum terpenuhi,” tandasnya.

Untuk itu, pihaknya mengajukan gugatan ke pengadilan dengan harapan adanya putusan yang seadil-adilnya.

“Maka kami sambut dengan adanya gugatan ini. Dan kami yakin pengadilan pasti memberikan putusan yang seadil-adilnya untuk Fokkel,” tandasnya.

Semenetara, PT Pelindo II Cabang Panjang, Bandarlampung, Lampung, belum berhasil dikonfirmasi. Saat dihubungi via WattsApps (WA) Humas Pelindo Frans tidak memberikan tanggapan meski Ponselnya dalam keadaan aktif. (*).