oleh

Meriahkan Hari Listrik Nasional, YBM PLN Berbagi Kebahagiaan

Harianpilar.com, Bandarlampung – Dalam rangka memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) ke 77 tahun diawali dengan Upacara Bendera bertempat di PT PLN (Persero) UID Lampung yang diikuti oleh seluruh Pegawai PLN se-Lampung, Kamis (27/10).

Dalam acara tesebut sekaligus diberikan cinderamata kepada Pejuang Kelistrikan yang memasuki masa purnabakti yang disampaikan langsung oleh MUP UPDK Bandarlampung, Arfan.

Pada hari yang sama dilakukan acara Syukuran dan pemberian santunan kepada anak yatim dan dhuafa melalui Yayasan Baitul Mal (YBM) PLN di gedung kantor lantai I, yang di hadiri oleh Pegawai dan Tenaga Alih Daya di lingkungan PT PLN (Persero) UPDK Bandarlampung.

Bantuan berupa pemberian sembako dan uang tunai kepada 50 orang dengan total Rp. 35 Juta. Acara berbagi kepada sesama merupakan wujud kepedulian PLN kepada Masyarakat di sekitar Perusahaan dan sebagai rasa syukur dalam usianya ke 77 Tahun yang telah memberikan pelayanan dalam kelistrikan.

Dalam sambutanya, Arfan mengatakan, “Hari Listrik Nasional kita manfaatkan sebagai momen untuk meningkatkan rasa syukur dan motivasi bagi insan PLN bahwa apa yang kita lakukan selama ini merupakan tugas mulia dalam melistriki negeri”.

“Santunan ini merupakan zakat pegawai PLN yang dipotong secara rutin setiap bulannya melalui YBM dan menyalurkan kepada para mustahik. Mohon doa agar kita semua terkhusus karyawan PLN agar diberikan kesehatan, rahmat dan hidayah serta keselamatan dalam menjalankan tugasnya dalam melistriki untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat”, ujar Arfan.

PLN sebagai jantungnya Indonesia akan terus melakukan inovasi, efisiensi serta melakukan transisi energi untuk menghasilkan listrik yang bersih dan ramah lingkungan.

Dalam momentum Hari Listrik Nasional, PLN siap menghadapi tantangan dalam kelistrikan serta komitmen untuk melakukan _net zero emission_ dengan memanfaatkan potensi alam di Indonesia baik energi air, matahari, angin, ombak, panas bumi, biomassa dan lain sebagainya.

Dengan melakukan transisi energi, mengubah energi yang dulunya mahal menjadi lebih murah dan membangun ekosistem energi yang berbasis kerakyatan, yang akan menggerakan roda ekonomi untuk menyejahterakan masyarakat dan sebagai masa depan baru energi di Indonesia. (Ramona).