Harianpilar.com, Bandarlampung – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta masuk ke Lampung Timur (Lamtin) guna mengusut sejumlah dugaan persoalan yang muncul. Mulai dari polemik gaji para perangkat desa hingga sejumlah proyek milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat.
Belakangan mencuat berbagai persoalan di Kabupaten yang dipimpin Dawam Raharjo itu. Seperti aksi massa para kepala desa (kades) yang menuntut gaji yang sudah enam bulan belum dibayarkan.
Persoalan ini bahkan menjadi isu nasional karena ada kepala desa yang mengadu ke pengacara kondang Horman Paris Hutapea.
Selain itu, muncul persoalan proyek Dinas PUPR Lamtim tahun 2021 bernilai Rp10 Miliar tapi kondisinya kini sudah mengalami kerusahakan, pada hal penurunan penawaran rekanan saat tender sangat minim. Begitu juga proyek tahun 2022 banyak kejanggalan dalam tendernya.
“Belakangan memang banyak mencuat persoalan di Lamtim. Dan kita lihat persoalannya sangat mendasar semua. Seperti persoalan gaji para perangkat desa, itu aneh sampai enam bulan tidak dibayar. Begitu juga persoalan proyek Dinas PUPR Lamtim, harusnya dengan anggaran besar dan penawaran pemenang tender minim, kualitas proyek bagus dan bertahan lama. Bukan sebaliknya,” ujar Ketua Pergerakan Masyarakat Anti Korupsi (Pematank), Suadi Romli, Minggu (18/9).
Menurutnya, agar persoalan serupa tidak terus terulang maka perlu ada peran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut berbagai persoalan itu.
“Kita berharap KPK masuk Lamtim agar mengusut masalah-masalah yang muncul. Agar kedepan tidak terulang,” ujar Romli.
Romli menjelaskan, KPK harus memberikan perhatian serius terhadap persoalan yang muncul di Lamtim, agar diketahui apa penyebab masalah-masalah itu.
“Dengan banyaknya persoalan yang muncul saat ini, maka sangat relevan KPK untuk masuk. Baik melakukan pencegahan maupun penindakan jika diperlukan,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, selain proyek tahun 2021 bernilai Rp10,2 Miliar tapi kini kondisinya sudah banyak rusak padahal penurunan penawaran pemenang tenderya hanya 0,5 persen, ternyata proyek milik Dinas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lampung Timur (Lamtim) tahun 2022 juga ditemukan banyak yang bernilai besar tapi dalam tender penurunan penawaran pemenangnya sangat minim.
Kejanggalan terhadap tender proyek itu semakin kuat karena terdapat banyak perusahaan mendapatkan proyek dengan menjadi peserta tunggal dalam tender sekaligus menjadi pemenang dengan penawaran yang sangat dekat dengan HPS.
Seperti proyek tahun 2022 berupa peningkatan Jalan Koridor Sp. Serdang- Jatibaru – Talang Jawa – Batas Lampung Timur dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Rp43,9 Miliar tendernya dimenangkan PT. Mulia Putra Pertama dengan penawaran Rp43.450.023.152 hanya turun Rp549.933.384 atau hanya 1,2 persen dari HPS.
Tender ini memang diikuti 18 peserta namun yang memasukkan penawaran hanya PT. Mulia Putra Pertama sekaligus menjadi pemenang tender.
Begitu juga yang terjadi pada tender belasan proyek Pembangunan Baru SPAM Jaringan Perpipaan di Lamtim tahun 2022. Banyak perusahaan yang memenangkan tender dengan peserta tunggal dan penawaran yang sangat dekat dengan HPS. Seperti CV. Jati Permai yang memenangkan dua paket proyek SPAM. Yakni pembangunan Baru SPAM Jaringan Perpipaan Desa Sambikarto Kecamatan Sekampung dengan HPS Rp499.990.000 tendernya dimenangkan CV. Jati Permai dengan penawaran Rp489.000.000 hanya turun Rp10,9 juta atau 2,1 persen dari HPS. Peserta tender ini tunggal yakni CV. Jati Permai sekaligus menjadi pemenang tender.
Dan proyek pembangunan baru SPAM Jaringan Perpipaan Desa Pugung Raharjo Kecamatan Sekampung Udik dengan HPS Rp499.990.000 tendernya dimenangkan CV. Jati Permai dengan penawaran Rp489.000.000 hanya turun Rp10,9 juta atau 2,1 persen dari HPS. Tender ini hanya diikuti dua peserta yakni CV. Jati Permai dan CV.Bang Jayo namun yang memasukkan penawaran hanya CV. Jati Permai sekaligus menjadi pemenang tender.
Begitu juga Ken Dedes yang memenangkan dua proyek SPAM. Yakni pembangunan baru SPAM Jaringan Perpipaan Desa Mekar Sari Kecamatan Pasir Sakti dengan HPS Rp499.983.000 tendernya dimenangkan Ken Dedes dengan penawaran Rp487.600.000 hanya turun Rp12,3 juta atau 2,4 persen dari HPS. Tender ini diikuti peserta tunggal sekaligus menjadi pemenang tender yakni Ken Dedes.
Dan proyek pembangunan baru SPAM Jaringan Perpipaan Desa Gunung Sugih Besar Kecamatan Sekampung Udik dengan HPS Rp499.990.000 tendernya dimenangkan Ken Dedes dengan penawaran Rp489.750.000 hanya turun Rp10,2 juta atau 2 persen dari HPS. Peserta tender ini empat perusahaan yakni Ken Dedes, CV.Andyka Cipta Pratama, CV. Cipta Kkarya, dan CV. Ciano Nur Niaga.
Enam Putra.CV juga menjadi peserta tunggal sekaligus menjadi pemenang dalam tender proyek pembangunan Baru SPAM Jaringan Perpipaan Desa Tri Sinar Kecamatan Marga Tiga. Proyek ini memiliki HPS Rp499.986.000 tendernya dimenangkan Enam Putra.CV dengan penawaran Rp488.500.000 hanya turun Rp11,4 juta atau 2,2 persen dari HPS.
Tak hanya itu, CV. Glegar Mangku Dunia juga memenangkan dua proyek sekaligus. Yakni proyek pembangunan baru SPAM Jaringan Perpipaan Desa Rejo Mulyo Kecamatan Pasir Sakti dengan HPS Rp499.978.000 tendernya dimenangkan CV. Glegar Mangku Dunia dengan penawaran Rp488.500.000 hanya turun Rp11,4 juta atau 2,2 persen dari HPS. Peserta tender proyek ini hanya dua yakni CV. Glegar Mangku Dunia dan CV. Maju Mapan, namun yang memasukkan penawaran hanya CV. Glegar Mangku Dunia sekaligus menjadi pemenang.
Dan proyek pembangunan Baru SPAM Jaringan Perpipaan Desa Marga Batin Kecamatan Waway Karya dengan HPS Rp499.989.000 tendernya dimenangkan CV. Glegar Mangku Dunia dengan penawaran Rp488.500.000 hanya turun Rp11,4 juta atau 2,2 persen dari HPS.
Sementara, proyek pembangunan Baru SPAM Jaringan Perpipaan Desa Mengandung Sari Kecamatan Sekampung Udik dengan HPS Rp499.990.000 tendernya dimenangkan CV. Bayanaka dengan penawaran Rp489.000.000 hanya turun Rp10,9 persen atau 2,1 persen dari HPS. Tender ini diikuti dua peserta yakni CV.Bayanaka dan CV. Rekaysa Teknis Consultan, namun yang memasukkan penawaran hanya CV. Bayanaka sekaligus menjadi pemanang tender.
Pembangunan Baru SPAM Jaringan Perpipaan Desa Gunung Mulyo Kecamatan Sekampung Udik dengan HPS Rp499.985.000 tendernya dimenangkan CV. Tata Laksana dengan penawaran Rp489.500.000 hanya turun Rp10,4 juta atau 2 persen dari HPS. Peserta tender ini hanya dua yakni CV. Tata Laksana dan CV. Andyka Cipta Pratama, namun yang memasukkan penawaran hanya CV. Tata Laksana sekaligus menjadi pemanang tender.
Pembangunan Baru SPAM Jaringan Perpipaan Desa Bojong Kecamatan Sekampung Udik dengan HPS Rp499.986.000 tendernya dimenangkan CV.Tubas Putra Sentosa dengan penawaran Rp491.000.000 hanya turun Rp8,9 juta atau 1,7 persen dari HPS. Peserta tender ini hanya dua yakni CV.Tubas Putra Sentosa dan CV.Andyka Cipta Pratama, namun yang memasukkan penawaran hanya CV. Tubas Putra Sentoso sekaligu menjadi pemenang.
Pembangunan Baru SPAM Jaringan Perpipaan Desa Kedaton I (Satu) Kecamatan Batanghari Nuban dengan HPS Rp499.986.000 tendernya dimenangkan CV. Anugrah Karya dengan penawaran Rp488.000.000 hanya turun Rp 11,9 juta atau 2,3 persen dari HPS. Peserta tender proyek ini hanya tiga yakni CV. Anugrah Karya, CV.Wilby Prima Perkasa, CV.Andyka Cipta Pratama. Namun, yang memasukkan penawaran hanya CV. Anugrah Kkarya sekaligun menjadi pemenang tender.
Pembangunan Baru SPAM Jaringan Perpipaan Desa Toba Kecamatan Sekampung Udik dengan HPS Rp499.989.000 tendernya dimenangkan CV. Aswindra Tirta Maulana dengan penawaran Rp490.000.000 hanya turun Rp9,9 juta atau 1,1 persen dari HPS. Peserta tender ini empat perusahaan yakni CV. Aswindra Tirta Maulana, Ken Dedes, CV. Hardana Putra Meshach, dan CV. Pematang Lubang. Namun yang memasukkan penawaran hanya CV. Aswindra Tirta Maulana sekaligus menjadi pemenang tender.
Pembangunan Baru Spam Jaringan Perpipaan Desa Labuhan Ratu Kecamatan Pasir Sakti dengan HPS Rp499.986.000 tendernya dimenangkan Gemintang Arsindo dengan penawaran Rp488.000.000 hanya turun Rp11,9 juta atau 2,3 persen dari HPS. Sementara, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lamtim hingga berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi.
Sementara, pelaksanaan proyek milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lampung Timur (Lamtim) tahun 2021 diduga kuat bermasalah. Sebab proyek yang menelan anggaran hingga Rp10,2 Miliar itu kini kondisinya sudah banyak berlumbang, mengelupas bahkan banyak tergenang air.
Proyek itu adalah Pemeliharaan berkala/Rehabilitasi Jalan Bumi Jawa – Purbolinggo yang dikerjakan PT.LSM. Harusnya proyek ini memiliki kualitas baik dan bertahan lama. Sebab, penawaran rekanan yang memenangkan tender ini penurunannya sangat minim.
Proyek dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Rp10.792.862.000 ini tendernya dimenangkan PT. LSM dengan penawaran Rp10.203.689.673 hanya turun Rp589.172.327 atau 0,5 persen dari HPS.
Meski anggaran besar dan penawaran rekanan sangat minim penurunannya, kualitas proyek ini sangat memprihatinkan. Kini kondisi jalan sudah banyak mengalami kerusakan.
Sebagain besar kondisi jalan ini sudah berlubang, menglupas, bahkan banyak genangan air. Terlihat ada upaya perbaikan tambal sulam, namun tetap masih banyak bagian jalan yang rusak, berlubang dan tergenang air.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Lamtim, Subandi Bachri, dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp miliknya tidak aktif.
Saat hendak dikonfirmasi dikantornya, Kadis PUPR Lamtim, Sekretaris hingga Kabid Bina Marga tidak berada di tempat.
Menurut keterangan salah seorang staf yang menjaga di depan pintu kantor PUPR Lamtim, seluruh pegawai Dinas PUPR sedang ada acara di Way Jepara. Pantauan di kantor PUPR Lamtim, terlihat hanya ada dua pegawai yang berada di ruangan kantor tersebut.
Bahkan, upaya konfirmasi juga dilakukan melalui Sekretaris Dinas Kominfo Lamtim, Heri, agar difasilitas konfirmasi ke Dinas PUPR Lamtim, juga tidak membuahkan hasil. Heri hanya mengirimkan nomor Kadis PUPR Lamtim yang juga tidak bisa dihubungi. (*).









