Harianpilar.com, Bandarlampung – Dalam rangka mendorong peningkatan ekspor di Provinsi Lampung, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Lampung bersinergi dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung serta anggota Forum Ekspor Lampung (FELA) melaksanakan Coaching Program For New Exporter (CPNE) Provinsi Lampung yang diikuti para pelaku UMKM/IKM se-Provinsi Lampung di Swissbell Hotel Bandarlampung, Selasa (23/8).
Kegiatan ini diikuti oleh 60 pelaku UMKM/IKM yang terbagi dalam 3 kategori kelas yaitu kelas Potensi ekspor, Kelas Siap ekspor dan Kelas Expert ekspor, yang masing-masing akan diberikan modul-modul khusus guna membekali pengetahuan dan ketrampilan untuk dapat menjadi eksportir baru.
Dalam sambutannya, Sekdaprov Lampung Fahrizal Darminto berharap melalui kegiatan CPNE ini, semangat menjadi eksportir di kalangan pegiat UKM Lampung lebih kuat lagi sehingga lebih banyak eksportir baru yang akan lahir di Lampung.
“Sehingga potensi Lampung akan dapat kita manfaatkan lebih maksimal. Jangan sampai banyak produk kita di-copy oleh Negara lain dan justru Negara lain yang menikmati hasilnya melalui kegiatan ekspor” kata Fahrizal.
Di tempat yang sama, Kepala Kanwil DJKN Lampung dan Bengkulu Dudung Rudi Hendratna menjelaskan, CPNE adalah program yang disiapkan oleh LPEI melalui tahapan seleksi pelaku UKM berorientasi ekspor yang ingin berkembang menjadi cikal bakal eksportir Indonesia, baik secara langsung maupun tidak langsung. “Seleksi ini pun melalui serangkaian tahapan-tahapan tertentu untuk menghasilkan UKM yang unggul dan dapat bersaing di pasar global,” ujar Dudung.
Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Lampung, Bambang Hermanto menyatakan harapannya yakni adanya inklusi keuangan yang berkelanjutan kepada UKM. “Hal ini agar dapat lebih peningkatan terakselerasi khususnya terkait ekspor sesuai dengan salah satu agenda finance track pada presidensi G20 Indonesia yaitu ‘Financial Inclusion: Digital and SMEs’,” kata Bambang.
Berdasarkan data BPS Provinsi Lampung, tercatat nilai ekspor Provinsi Lampung pada Juni 2022 mencapai US$526,89 juta (kurang lebih Rp7,85 T), mengalami peningkatan sebesar US$229,13 juta atau naik 76,95% dibandingkan Mei 2022 atau 36,07% dibandingkan Juni 2021. Untuk kredit orientasi ekspor di Provinsi Lampung per Juni 2022 sebesar Rp. 2,13T atau mencapai 27,13% dari nilai ekspor.
Sebagaimana diketahui, dalam rangka mengakselerasi pencapaian potensi tersebut, Gubernur Lampung telah mengeluarkan Keputusan Gubernur Lampung Nomor G/436/V.26/HK/2021tentang Pembentukan Forum Ekspor Lampung (FELA) dalam rangka percepatan pembangunan ekonomi di Provinsi Lampung serta mendukung peningkatan ekspor melalui sinergi antara para pihak guna penyediaan data dan informasi, monitor, mendorong industri/usaha kecil menengah dan memperlancar kegiatan ekspor daerah agar terus berkembang dan meningkatkan perekonomian. (Ramona/JJ).








