oleh

Program UMKM di Tubaba ‘Beraroma’ Pungli

Harianpilar.com, Tulangbawang Barat – Para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kecamatan Way Kenanga, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) mempertanyakan program bantuan dari kementerian yang dijanjikan pihak kecamatan setempat.

Pasalnya, ribuan para pelaku usaha yang berada di kecamatan tersebut mengaku sudah menyetor uang sebesar Rp150 ribu kepada oknum kecamatan. Disinyalir ada praktik pungutan liar (pungli) pada program bantuan kementerian yang diduga fiktif itu.

Terlebih, hingga kini program bantuan kementerian sebesar Rp2,5 juta/pelaku usaha yang dijanjikan pihak kecamatan tidak jelas.

Diungkapkan salah seorang pelaku UMKM yang meminta namanya tidak dipublis, dugaan adanya pungutan liar (Pungli) berawal dari oknum kecamatan meminta dokumen usaha dan uang sebesar Rp150 ribu kepada para pelaku usaha, dengan iming-iming akan mendapatkan bantuan dari kementerian sebesar Rp2,5 juta.

Namun hingga kini bantuan yang dijanjikan tidak kunjungi diterima.

“Ia, kami dijanjikan oleh pihak kecamatan bahwa akan mendapat bantuan Rp2,5 juta lewat program UMKM. Untuk mendapatkan itu maka masyarakat dimintai untuk menyerahkan data usaha yang dimiliki dan uang sebesar Rp150 ribu. Tetapi, hingga saat ini jangankan dapat, kabarpun tidak diperoleh. Apakah program itu benar-benar ada atau tidak,” ungkap sumber, yang merupakan salah satu pelaku UMKM, Sabtu (23/7).

Dikatakan sumber, para pelaku usaha mempertanyakan kebenaran program bantuan dari kementerian itu. Dan pihaknya berharap program tersebut benar-benar ada.

“Sebenarnya kami tidak masalah harus mengeluarkan uang Rp150 ribu, bila memang bantuan itu benar – benar ada. Tetapi, bila hanya dijadikan kedok semata untuk mencari uang dari masyarakat, tentunya kami tidak terima. Karena, kami ini hanyalah pelaku usaha kecil,” jelasnya.

Sebab lanjutnya, hampir seribuan lebih pelaku usaha di Kecamatan Way Kenanga, sangat membutuhkan bantuan tersebut. Jika program itu tidak ada, maka para pelaku usaha sangat dirugikan lantaran sudah memberikan uang sebesar Rp150 ribu.

Dikonfirmasi via WhatsApp (WA), camat Way Kenanga terkesan enggan memberikan tanggapan, meski konfirmasi dilayangkan wartawan tidak dibalas. Dihubungi via telepon juga dalam keadaan tidak aktif. (*)