oleh

Kader PDIP Diminta Pahami Arah Perjuangan Partai

Harianpilar.com, Bandarlampung – Kader PDI Perjuangan yang sudah mengikuti Diklat Pratama dan Madya diharapkan memahami arah perjuangan partai. Khususnya bagi kader yang berada di tiga pilar partai, yakni eksekutif, legislatif, dan pengurus partai.

Hal itu ditegaskan oleh Wakil Ketua Bidang Politik DPD PDIP Lampung, Sahlan Syukur yang juga salah satu pendidik Diklat PDI Perjuangan Lampung, Rabu (30/3).

Menurut Aan – sapaan akrabnya – aktifitas perjuangan partai itu harus berurutan, berkelanjutan, dan bertahap. Hal itu sesuai dengan arahan DPP Partai serta keputusan Kongres PDI Perjuangan.

“Maksudnya dalam perjuangan partai itu harus ada pemetaan wilayah politik, bagaimana menempatkan kader, dan membumikan kerja – kerja partai,” jelasnya.

Sehingga, kata dia, pasca diklat diharapkan PDIP kader – kader partai yang ditempatkan di 3 pilar partai tidak tersesat. “Minimal, paham dan megetahui arah tujuan partai,” ucapnya.

Ditegaskannya, salah satu kerja – kerja partai adalah memenangkan kontestasi politik di 2024 mendatang, disemua tingkatan.

Lebih lanjut, Bang Aan menuturkan bahwa sesuai dengan kewenangan, dan tugas. Diklat pratama dan Madya sudah harus diselesaikan sebelum pertengahan tahun 2022.

Dengan cakupan, DPD Partai untuk Masdya, dan DPC untuk Diklat pratama dilakukan diseluruh tingkatan cabang. Namun, terkait waktu yang tidak cukup, yaitu menghadapi bulan suci Ramadhan. Maka, kegiatan diklat akan di gelar kembali usai lebaran.

“Nah, untuk diklat pratama. DPD PDIP sudah menyelesaikan 11 daerah dari 15 kabupaten/kota. Yang tertinggal adalah Kabupaten Waykanan, Lampung Utara, Bandar Lampung dan Tanggamus,” kata dia.

Selain itu, pihaknya berpesan kepada kader yang sudah mengikuti diklat. Pertama, berharap kepada semua kader tidak menganggap Diklat sebagai seremonial semata. Kedua, bagaimana memahami ideologi partai, tentang bagaimana memahami, dan mengerti ajaran – ajaran Bung Karno sebagai King Father Indonesia.

“Intinya, membantu masyarakat melalui kerja – kerja partai. Harapan saya, kader partai harus serius. Karena, setelah diklat mereka diberi tugas pemetaan lapangan, yang diwajibkan,” tegas Aan. (Ramona)