oleh

Gubernur Arinal tegaskan Pembangunan Pilar Ekonomi Membaik

Harianpilar.com, Bandarlampung – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menegaskan jika kinerja pembangunan pilar ekonomi Provinsi Lampung sepanjang tahun 2021 semakin membaik, meskipun pandemi COVID-19 masih terjadi.

“Hal ini ditandai dengan indikator pertumbuhan ekonomi Lampung yang terus menunjukan tren positif setiap Triwulannya dan hingga akhir 2021 ekonomi Lampung tumbuh positif sebesar 2,79% dibandingkan dengan tahun 2020 yang tumbuh negatif 1,67%,”  terangnya, pada rapat paripurna istimewa dalam rangka HUT Lampung ke-58, di ruang Paripurna DPRD Lampung, Jumat (18/3).

Menurutnya, kinerja pertumbuhan ekonomi Lampung tersebut didorong oleh beberapa faktor di antaranya, pertama, kinerja sektor pertanian tanaman pangan dan perkebunan yang terus tumbuh positif dengan dukungan kinerja program-program pembangunan sesuai realisasi janji kampanye gubernur dan wakil gubernur yang dituangkan ke dalam janji kerja antara lain Program Kartu Petani Berjaya (KPB).

Pemberantasan peredaran pupuk palsu, beasiswa mahasiswa pertanian, revitalisasi lada, meningkatkan daya saing kopi, kakao dan komoditas unggulan lainnya.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan pertanian Lampung dengan meningkatnya produksi padi tertinggi secara nasional sebesar 22,47%, diapresiasi oleh Presiden RI melalui penghargaan Abdi Bhakti Tani tahun 2021, selain itu penghargaan juara III nasional kelahiran Ternak terbanyak pada Program Sapi Kerbau Andalan Negeri (SIKOMANDAN), juga Juara Umum  pada gelar Teknologi Tepat Guna Nasional XXII Tahun 2021.

“Pada 2015 produksi padi kita 2,5 juta ton, saat ini telah mencapai 2,75 juta ton. Saya berharap akhir periode saya pada 2024 mencapai 3 juta ton. Sasaran saya, Indonesia ke depan akan berhenti mengimpor. Ini sudah saya mulai dan Menteri Pertanian sudah memberikan apresiasi dan mendaulat, Lampung sebagai Lokomotif Pertanian Indonesia,” ujar Gubernur Arinal.

Kemudian, Implementasi KPB juga berkontribusi mendorong peningkatan realisasi KUR di Provinsi Lampung sepanjang tahun 2021. Realisasi KUR tahun 2021 mencapai Rp 8,57 triliun dibandingkan tahun 2020 sebesar Rp 5,7 Trilyun. Porsi realisasi penyaluran KUR di Provinsi Lampung didominasi sektor pertanian sebagai sektor utama pembangunan, sejalan dengan arah kebijakan pembangunan ekonomi Lampung 2019-2024.

“Sampai saat ini kita telah meraih 46 penghargaan dari berbagai sektor. Ini semua berkat dukungan, kontribusi, dan kerja keras kita semua, termasuk DPRD, Bupati dan Walikota,” jelasnya.

Gubernur juga berharap kepada seluruh anggota DPRD Provinsi Lampung untuk turut mensosialisasikan Kartu Petani Berjaya kepada para petani karena Gubernur menjamin kemudahan dalam akses permodalan dalam bentuk realisasi KUR bagi para petani demi mewujudkan Rakyat Lampung Berjaya. (Ramona/JJ).