Harianpilar.com, Bandarlampung – Di akhir tahun 2021, DPRD Lampung menyampaikan resolusi kepada Gubenur Lampung Arinal Djunaidi, untuk lebih memperhatikan kesejaheraan guru honorer dengan menaikan gaji guru honorer.
Mengingat, ada ribuan guru honorer di Provinsi Lampung ini yang sudah mengabdi puluhan tahun tapi kesejahteraan mereka tidak seimbang. Bahkan, ada yang digaji oleh pemerintah daerah hanya Rp200 ribu per bulan.
“Karena guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang harus disejahterakan. Jadi mari kita berjuang bersama-sama untuk meningkatkan kesejahteraan bagi para guru, khususnya guru honorer,” ujar Wakil Ketua I DPRD Lampung Elly Wahyuni, Selasa (28/12).
Selain itu, ketua PIRA Lampung ini juga mengatakan bahwa agar tambahan anggaran untuk pembangunan infrastruktur di Lampung digunakan secara merata.
“Seluruh kabupaten/kota yang kurang infrastrukturnya harus mendapatkan perhatian yang luar biasa,” tegas Elly.
Kemudian, Pemprov juga harus meningkatkan komunikasinya terhadap DPRD guna semakin harmonisnya suatu hubungan.
“Ke tiga lebih terintegrasi komunikasi antara pemerintah dengan DPRD Lampung guna semakin harmonisnya hubungan,” jelas dia.
Perlu diketahui, bergemanya naiknya honor bagi guru honorer bukan tanpa sebab. Pasalnya, banyak dari guru honorer di Provinsi Lampung masih mendapatkan gaji di bawah standar kelayakan.
Dari informasi yang berhasil dihimpun dari Ketua PGRI Kota Bandarlampung Yuni Herwanto. Bahwasanya gaji guru honorer di tahun 2021 sangat kecil hanya Rp 250-300 ribu perbulan dengan mengajar 2 hari dalam seminggu.
“Jadi 8 hari dengan gaji Rp 300 ribu perbulan, kalau dihitung per pertemuan itu tidak sampai Rp 50 ribu,” kata Yuni Herwanto usai peringatan Hari Guru ke-76 beberapa waktu lalu. (Ramona)









