oleh

Reihana : 2022 Herd Immunity Terbentuk

Harianpilar.com, Bandarlampung – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung menargetkan herd Immunity di Provinsi Lampung dapat terbentuk pada tahun 2022. Saat ini Provinsi Lampung sudah menerima kurang lebih 10 juta dosis vaksin atau sekitar 72 persen dari 14 juta dosis vaksin yang dibutuhkan.

Demikian disampaikan Kepala Dinkes Provinsi Lampung, DR.Dr.Hj.Reihana. M.Kes dalam dialog Bicara Fakta di PilarTV Entertaiment, Rabu (29/12).

“Alhamdulillaah, vaksin pertama kita sudah pecah telur. Maksudnya beberapa hari yang lalu vaksin pertama sudah hampir 74%. Jadi vaksin kedua kita lagi kejar karena masih 44%. Kemudian untuk lansia diatas 60 tahun kita baru 58,9%. Jadi mudah-mudahan di 2022 bisa terbentuk herd Immunity atau kekebalan kelompok itu,” terang Reihana.

Jubir Satgas Covid-19 Provinsi Lampung ini mengakui sempat kesulitan terkait vaksin. Hal itu dikarenakan droping dari pusat yang memang sedikit untuk Provinsi Lampung.

“Alhamdulillah lancar sekarang. Di awal-awal memang sangat sulit ya, dimana kita pernah urutan ketiga keempat dari 34 provinsi untuk vaksinasi. Memang vaksin yang di drop oleh pusat itu sangat sedikit,” ungkapnya.

Dijelaskannya, sasaran penduduk yang menerima vaksin di provinsi Lampung itu ada sekitar enam juta lebih. Dan setelah dihitung ada penambahan 14 juta dosis vaksin yang dibutuhkan untuk Provinsi Lampung.

“Alhamdulillaah dengan kerja keras bapak Gubernur bersurat ke Kementrian, anggota-anggota dewan juga yang di pusat berusaha mengirim vaksin dari partai-partai untuk Provinsi Lampung, perusahaan swasta, APINDO Lampung, universitas juga berusaha banyak juga yang membantu hingga akhirnya saat ini kita telah menerima kurang lebih 10 juta dosis vaksin atau 72 persen dari kebutuhan dan mudah-mudahan kita terus mengejar di tahun 2022 nanti,” paparnya.

Sementara untuk vaksin anak usia 6-11 tahun, Reihana menyebut yang sudah mendapatkan izin hanya dua daerah yakni Lampung Selatan dan Mesuji. Karena dua daerah ini yang sudah memenuhi syarat untuk melakukan vaksin anak 6-11 tahun, yakni vaksin pertamanya sudah diatas 70 persen dan vaksin keduanya diatas 60 persen.

Namun, lanjut Reihana, beberapa daerah lainnya seperti Bandarlampung dan Metro juga sudah melakukan vaksin anak 6-11 tahun. “Karena semangat mereka melakukan vaksin sampai door to door, maka saya persilakan bagi daerah yang mau melakukan vaksin anak 6-11 tahun. Karena sasaran kita ada kurang lebih 956 ribu untuk vaksin anak 6-11 tahun,” paparnya.

Ketua Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Yanuar Irawan mengajak seluruh masyarakat Provinsi Lampung bagi yang belum mengikuti vaksinasi untuk dapat mengikuti program vaksinasi yang telah dicanangkan oleh pemerintah.

“Karena vaksinasi ini adalah bagian dari ikhtiar kita untuk mencegah penyebaran covid-19,” ujarnya.

Sebagai bagian dari pemerintah daerah, politisi PDI Perjuangan iniĀ  mengatakan, pihaknya akan terus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait covid-19 ini.

“Sepanjang kita bekerja sama Insya Allah apa yang kita kerjakan akan menjadi ladang ibadah kita. Dan sekali lagi ini bukan untuk kepentingan pribadi, tapi ini justru bagian dari usaha kita untuk melindungi masyarakat,” pungkasnya. (Ramona)