oleh

PAN Lampung Gelar Vaksinasi Masal

Harianpilar.com, Bandarlampung – DPW PAN Provinsi Lampung menggelar vaksinasi Covid-19 gratis bagi warga masyarakat Lampung, di Lingkungan Kantor DPW setempat, Senin (23/08/2021). Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menyemarakan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 PAN tepat pada 23 Agustus 2021.

Dalam kegiatan itu, PAN menggandeng tenaga kesehatan (Nakes) Puskesmas Kebon Jahe Bandar Lampung.
Sementara warga masyarakat terlihat antusias mengikuti proses vaksinasi Covid-19.
Mereka mengantri satu persatu sesuai protokol kesehatan menggunakan masker dan jaga jarak.

Ketua Bappilu DPW PAN Lampung Joko Santoso mengatakan untuk pembukaan  vaksinasi pertama ini disiapkan 3000 dosis. Kata Joko, kegiatan ini diinisiasi langsung oleh Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan dalam rangka menyemarakan HUT ke-23 PAN.

“Hari ini kita akan vaksinasi bertahap 3000 dosis dulu untuk sinovac, pekan depan Ketum Pak Zulkifli yang akan langsung datang dengan program 30 ribu vaksin untuk 15 Kabupaten/Kota,” ujarnya.

Dia menuturkan, 30 ribu vaksin selanjutnya akan diberikan secara proporsional ke seluruh daerah Kabuapaten/Kota di Lampung.

“Iya nanti semua kabupaten/kota itu akan diberikan secara proporsional sesuai jumlah penduduknya, kita sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat,” ungkap Joko Santoso.

Sementara itu, Ketua Panitia Vaksinasi Covid-19 DPW PAN Lampung Suprapto mengimbau masyarakat yang sudah divaksin tetap menggunakan protokol kesehatan.

Dia juga mengapresiasi antusiasme warga masyarakat dalam mengikuti proses vaksinasi Covid-19.

“Karena diyakini selain prokes, itu untuk pencegahan penyebaran Covid itu adalah vaksinasi. Tapi juga harus tetap prokes,” kata Suprapto.

Kepala UPT Puskesmas Kebon Jahe Lusi Yani dalam kesempatan itu menyampaikan teknis pelaksanaan kepada warga penerima vaksinasi.
Lusi mengatakan masyarakat harus mengikuti prosedur vaksinasi yang dilakukan oleh tenaga kesehatan.

“Kepada bapak ibu yang pertama akan diukur tensi dan suhunya, kemudian akan didaftarkan secara online dan kami mohon ikuti tahapannya. Nanti akan ditanya tentang penyakit kemudian baru kami tentukan boleh atau tidak di vaksin,” jelasnya. (Ramona)