Harianpilar.com, Lampung Selatan – Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin, SE bersama Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto kembali melakukan panen buah melon dan semangka di kebun edukasi di Rumah Dinas Bupati Lampung Selatan pada, Minggu (22/08/2021).
Turut hadir pada acara panen buah melon dan semangka tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten Lampung Selatan, Hj. Winarni, istri dari Ketua Komisi IV DPR-RI, Jolin Sumbardi, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Lampung Selatan, Bibit Purwanto.
Meski ditengah pandemi Covid-19, Kebun Edukasi buah karya Bupati Lampung Selatan itu tetap produktif menghasilkan buah-buahan jenis melon dan semangka.
Menurut Ketua Komisi IV DPR RI Sudin, SE mengatakan, dirinya sangat senang melihat hasil panen buah melon dan semangka dari kebun eduksi yang digagas oleh Bupati Lamsel tersebut.
“Saya apresiasi kinerja pak bupati, meski pada masa pandemi covid-19 kebun edukasi tetap produktif menghasilkan buah-buah yang segar,” katanya.
“Ini sangat bagus dalam menguatkan ketahanan pangan di lampung selatan itu sendiri,” lanjut Sudin.
Sementara itu Bupati Lampung H. Nanang Ermanto mengatakan, kebun edukasi yang berada di belekang rumah Dinas Bupati tersebut sudah beberapa kali menlakukan panen, “Alhamdulillah yang awalnya tanah kosong kita sulap menjadi tempat Edukasi buah-buahan dan bisa juga untuk hiburan masyarakat,” kata Nanang.
Dia juga menambahkan, Kebun edukasi tersebut berdiri berkat kerjasama seluruh OPD dan beberapa pihak swasta, ” Ini semua berkat gotong royong kita semua,” pungkas.
Sementara itu menurut, Bibit Purwanto Kepala Dinas Tanaman pangan Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Lampung Selatan mengatakan, hasil dari panen tersebut nantinya akan dipasarkan oleh pedagang setempat yang telah melakukan kerja sama dengan pihak pemerintah daerah. Dengan harga pasaran sekitar Rp10-Rp15 ribu perkilogram.
“Kita sudah kerja sama dengan pedagang. Supaya bisa didistribusikan ke Pulau Jawa atau ke supermarket, bisa juga dijual disini saja. Harganya memang jauh berbeda untuk dikirim kesana. Kalau harga lokal disini, harga pasarannya kan antara Rp12-Rp15 ribu perkilogram,” katanya.
Sebagai kebun percontohan, keberadaan Kebun Edukasi diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi warga khususnya para petani di Kabupaten Lampung Selatan, “Saya berharap kebun edukasi ini menjadi percontohan untuk para petani,” harapnya. (Saiful/Eko)









