Harianpilar.com, Mesuji – Kondisi Bupati Mesuji Saply TH kini mulai membaik meskipun belum menjalankan aktivitasnya seperti biasanya. Ini setelah beliau menjalani isolasi mandiri (Isoma) pasca dinyatakan Positif Covid 19.
Kepala Dinas Kesehatan Mesuji Yanuar Fitrian mengatakan, bahwa selama 11 hari ini pasca dinyatakan positif, kondisi pak Bupati sudah mulai membaik namun belum beraktivitas seperti biasanya saja.
“Alhamdulillah kondisi pak bupati sudah membaik setelah menjalani isoma selama 11 hari ini, cuma belum sehat sepenuhnya. Ini disebabkan Kadar gula pak Bupati juga tinggi, tetapi secara fisik sehat,”jelas Yanuar.
Dikatakan Yanuar, bahwa sejak pak Bupati dinyatakan positif covid 19 maka pihaknya telah menempatkan dokter untuk 24 jam standby dirumah dinas, baik itu dokter penyakit dalam maupun dokter umum lainnya termasuk perawat juga standby.
“24 Jam baik dokter penyakit Dalam maupun dokter umum standby dirumah dinas untuk melakukan perawatan selama Pak Bupati menjalankan isolasi mandiri,”tegas Yanuar.
Sementara untuk kondisi Sekda lanjut Yanuar, untuk saat ini kondisi Pak Sekda Syamsudin juga sehat, tetapi belum menjalankan aktivitas seperti biasanya selama menjalankan Isoma.
“Sejauh ini dari hasil laporan dokter yang standby kondisinya sehat tidak ada keluhan sama sekali, mudah – mudahan pak Sekda segera dapat menjalankan aktivitasnya kembali”tukasnya.
Hal senada dikatakan Kabag Prokompim Pemkab Mesuji, Angga Pramudita, bahwa baik kondisi Pak Bupati maupun Sekda keadaan beliau saat ini sudah membaik. Hanya tinggal menunggu habis masa isoman saja.
“Masa isomannya masih kurang berapa hari lagi, karena selama 14 hari itu harus isolasi Mansur, termasuk bupati masih kurang 5 hari lagi. Bila sudah selesai kemungkinan Pak bupati bisa menjalankan aktivitasnya kembali,”paparnya.
Sementara saat ditanya selama bupati menjalani isoman, apakah menjadi kendala dalam kegiatan perkantoran dengan tegas Angga mengatakan, Tidak sama sekali. Karena, semua kegiatan kantor berjalan normal. Untuk administrasi pun tetap bisa ditangani, karena sekarang sudah memakai TTE (Tanda Tangan Elektronik).
“Jadi untuk berkas-berkas yang memerlukan tandatangan beliau, tetap dapat ditandatangani dan tidak terhambat,”tegasnya.
Untuk pak sekda setelah selesai isoman akan tetap ngantor seperti biasa. “Tetap menjalankan aktivitas biasanya Meski menjalani isoman, sekda tetap bekerja dari rumah. Dan bila ada rapat, ia tetap ikut rapat, secara daring,” tukasnya. (Sandri)









