oleh

Alumni PRD Berbagi Saat Perpanjangan PPKM

Harianpilar.com, Bandarlampung – Kebijakan pemerintah yang memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 dan 4 hingga 2 Agustus 2021 menimbylkan berbagai dampak pada masyarakat. Meski pemerintah menjanjikan akan menyalurkan bantuan sosial (bansos), namun solidaritas sesama masyrakat teta harus digalang.

Hal itulah yang dilakukan oleh komunitas sosial yang tergabung dalam Keluarga Besar Rakyat Demokratik (KBRD) Jawa Barat yang berbagi kasih kepada warga yang menjalani isolasi mandiri dan terdampak secara ekonomi.”Aksi sosial ini merupakan upaya menyapa sesama warga di tengah pandemi, lebih-lebih dengan perpanjangan PPKM membuat sebagian masyarakat kesulitan bekerja untuk menghidupi rumah tangganya,” ungkap juru bicara KBRD Jabar, Sudiarto, dalam keterangan tertulis, Rabu (28/07/2021).

Bantuan yang didapatkan dari penggalangan donasi tersebut dibagikan secara door to door untuk menghindari terjadinya kerumunan. Sasaran penerima bantuan difokuskan berdasarkan asesmen dari tim distribusi KBRD Jabar.

KBRD merupakan forum yang digagas oleh para mantan aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD) yang rata-rata telah bekerja di dunia profesional. Donasi digalang dari alumni PRD Jabar, yang dalam waktu singkat terkumpul dan langsung dibelanjakan serta dibagikan kepada para penerima bantuan.

“Di belakang perumahan saya banyak kaum miskin kota yang tidak tersentuh bansos dari pemerintah,” kata Julius Lukarmadja yang mendistribusikan ke sejumlah warga di Kopo Permai. Julius bergabung dengan PRD Bandung pada awal reformasi tahun 1999.

Di kawasan industri Cimahi, Halomoan (Mohan) menyempatkan diri menyapa kawan-kawan lama yang pernah sama-sama bergerak di FNPBI, serikat buruh underbouw PRD. “Berbagi kasih dalam rangka rakyat bantu rakyat bersama KBRD, menghadapi Covid-19,” tandas Mohan penuh semangat.

Mantan aktivis buruh lainnya, Rohmat Sodikin, bergerak door-to-door membagikan paket bantuan kepada sejumlah warga di Cipamokolan, Kota Bandung. “Di antaranya warga yang isoman, janda tua, juru parkir, dan pemulung,” jelas Ikin yang kini membuka usaha kios tembakau.

Menurutnya, banyak anggota serikat buruh yang juga tidak bisa bekerja karena harus isoman. Kang Odang turut mendistribusikan bantuan tersebut ke sejumlah titik di Sumedang.

Bantuan juga tersebar ke Kabupaten Bandung, dari Katapang, Soreang, Baleendah, Majalaya, hingga Pangalengan. “Diharapkan bantuan ini dapat meringankan sebagian beban warga menghadapi pandemi,” ujar Sudiarto yang juga mantan calon anggota legislatif Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Hal tersebut diamini oleh relawan KBRD Jabar, Iwan Chandra. “Semangat gotong-royong adalah budaya dan modal sosial bangsa Indonesia yang harus terus dihidupkan,” tandas Iwan yang juga menjabat ketua DPW Partai Rakyat Adil Makmur (Prima) Jabar.

Selain membagikan bantuan, KBRD Jabar juga sempat mengupayakan bantuan tabung oksigen bagi pasien Covid-19 di rumah sakit. “Di antara kami juga banyak yang terpapar, maka gerakan saling membantu seperti ini harus terus berlanjut,” pungkas Setyo Arie Kusmawan, pegiat KBRD lainnya. (Maryadi)