oleh

Jelang Muswil, Kader PPP Lampung Mundur

Harianpilar.com, Bandarlampung – Kabar tak sedang menerpa Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Lampung menjelang gelaran Musyawarah Wilayah (Muswil) yang akan digelar di Jakarta pada Rabu-Kamis (3-4/06/2021). Kader senior PPP, Hali Fahmi dikabarkan mundur dari partai partai berlambang Kakbah tersebut. Kader senior lainnya Azazie STGD juga menyatakan bakal mundur jika pada Muswil DPW PPP Lampung nanti menetapkan Dewi Arimbi terpilih menjadi ketua DPW.

Dikonfirmasi hal tersebut, mantan anggota DPRD Provinsi Lampung ini membenarkannya. Hali Fahmi mengaku sudah tidak merasa nyaman lagi di PPP yang saat ini. “Sudah tidak nyaman lagi,” kata dia, Rabu (01/06/2021).

Sebagai kader senior yang belum pernah masuk partai politik (parpol) manapun selain PPP ini, mengaku PPP yang saat ini sudah berbeda dengan PPP yang dulu.”Saya ini kader HMI, dan punya prinsip yang tinggi. Dan saya sudah sampaikan, bismillah saya menyatakan mundur dari PPP,” tegasnya.

Selain itu, mantan ketua DPC PPP Kota Bandarlampung yang pernah tiga periode jadi anggota DPRD Lampung ini mengatakan alasan lain mundur dari PPP ini salah satunya adalah mundurnya Alzier Dianis Thabranie (ADT).”Iya salah satunya itu juga. Mundurnya Alzier dari PPP,” kata dia.

Dia sangat menyayangkan mundurnya Alzier dari PPP. “Kita ini butuh perubahan. Harusnya dengan adanya tokoh seperti Alzier ini bisa diakomodir. Karena saya yakin dengan adanya Alzier mimpin PPP Lampung ini bisa lebih maju,” tukasnya.

Selain Hali Fahmi, kader senior lainnya Azazie STGD juga menyatakan bakal mundur dari kepengurusan PPP. Sekretaris DPW PPP Lampung ini bakal mundur jika pada Muswil DPW PPP Lampung nanti menetapkan Dewi Arimbi terpilih menjadi ketua DPW.”Kalo ketua Arimbi Abang istirahat dulu. Gimana orang jakarta pimpin Lampung yang luas ini,” kata dia.

Disisi lain, Mundurnya Alzier Dianies Thabrani dalam bursa pemilihan ketua DPW PPP Lampung tak berimbas pada jadwal Musyawarah Wilayah (Muswil).

Ketua DPW PPP Lampung, Hasanusi mengatakan, Muswil tetap akan berjalan sesuai jadwal pada Rabu-Kamis (3-4/06/2021) di Jakarta. Dikatakannya, saat ini dirinya bersama beberapa Ketua DPC tengah dalam perjalanan ke Jakarta. “Ini lagi perjalanan ke Jakarta, naik mobil sendirian, teman-teman DPC ada juga yang sudah berangkat, ada yang konvoi ada yang naik pesawat juga,” kata dia, Selasa (02/05/2021).

Diakuinya, dirinya belum mengetahui pasti di mana lokasi muswil akan digelar di Jakarta, apakah di kantor pusat di Menteng, Jakarta Pusat atau di hotel.”Lokasi pastinya belum tahu, apakah di kantor pusat atau di hotel, denger denger di Novotel, Nanti kalau udah sampai kita informasikan lagi, belum jelas infonya,” ujarnya.

Terkait mundurnya Alzier dari bursa pemilihan ketua, ia mengaku baru mengetahui dari media online di Lampung. Ia meminta masyarakat menunggu, Kamis (3/6) pihaknya akan mengumumkan siapa saja yang menjadi formatur.

Sistemnya, lanjut dia, 15 DPC akan mengusulkan lima nama formatur, DPW mengusulkan satu nama, DPP mengusulkan satu nama sehingga akan ada tujuh formatur yang akan bermusyawarah menentukan ketua dan pimpinan DPW PPP Lampung.

Sementara itu, Ketua DPC PPP Bandarlampung Busyairi juga mengatakan jadwal Muswil tetap sesuai jadwal, namun dirinya baru akan berangkat ke Jakarta Rabu malam dan langsung mengikuti pembukaan Muswil Kamis keesokan harinya.

Sebelumnya, M.Alzier Dianis Thabranie menyatakan mundur dari bursa pencalonan ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan Lampung. Alasannya, Muhtasyar Nahdlatul Ulama ini diminta Wakil Ketua Umum Golkar Bambang Soesatyo untuk tetap di partai berlambang pohon beringin tersebut.”Saya mundur dari pencalonan ketua PPP karena diminta Bamsoet untuk bertahan di Golkar,” kata Alzier, Senin 1 Juni 2021.

Alzier menceritakan alasannya dirinya mengikuti bursa pemilihan calon ketua DPW PPP Lampung karena diminta oleh ketua umum DPP PPP Suharso Manoarfa untuk memimpin partai berlambang Ka’bah tersebut saat pertemuan di hotel DARMAWANGSA Jakarta, disaksikan saudara Azazie STGD atau Sekretaris Wilayah PPP Lampung.

Alzier diminta Suharso untuk membesarkan PPP Lampung karena PPP membutuhkan Alzier, bukan sebaliknya. Ternyata Suharso tidak komit dan tidak konsisten dengan ucapannya sebagai ketua umum.”Susah berhadapan dengan orang-orang yang tidak komit dan konsisten Pemimpin apa itu..,” pungkasnya. (Ramona/Maryadi)