Harianpilar.com, Bandarlampung – Debat Publik perdana Pilkada Kota Bandarlampung, Rabu (14/10/2020) di Hotel Sheraton baru saja usai. Debat perdana ini merupakan jatah dari masing-masing calon walikota Bandarlampung untuk memberikan visi misi dan gagasan membangun kota Bandarlampung 5 tahun ke depan dengan isu yang diangkat adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah.
Kordinator JPPR Lampung, Erfan Zain menilai ketiga Calon Walikota yang menyampaikan visi dan misi dalam hal peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan kota Bandarlampung masih jauh dari yang diharapkan.
“Kita dengar bersama-sama bahwa ketiga pasangan calon walikota dalam penyampaiannya sangat miskin gagasan. Cawakot No Urut 1 dan no urut 2 lebih mengedepankan kritikan atas capaian pembangunan masyarakat dan pembangunan di 10 tahun kepemimpinan Bapak Herman HN,” ujarnya, Kamis (15/10/2020).
Menurutnya, ide-ide yang disampaikan dalam kritikan tersebut belum masuk dalam substansi bagaimana kesejahteraan warga Kota Bandarlampung bisa meningkat secara mandiri tanpa adanya iming-iming bantuan financial.
Disampaikannya, bahwa tidak bisa kita pungkiri bahwa di Tahun 2019, sesuai dengan data BPS Kota Bandarlampung tentang Statistik Kesejahteraan Warga Kota Bandarlampung, dalam hal ketenaga kerjaan, bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tahun 2018 sebesar 7.28%, menurun 0,16% di tahun 2019 tinggal 7.12%.
“Dalam hal ini saja kita semua perlu apresiasi atas capaian Bapak Herman HN selama 2 periode memimpin Kota Bandarlampung,” ungkapnya.
Demikian halnya calon walikota nomor 2 mengritik pembangunan infrastruktur jalan selama ini di Kota Bandarlampung gampang rusak. “Menurut kami hal demikian sebenarnya jauh dari hal-hal substantif yang ingin dikerjakan ketika nanti memenangkan pertarungan pada pilkada 9 Desember 2020 nanti,” kata dia.
Begitu juga dengan calon walikota nomor urut 3, Ibu Eva Dwiana, dalam pemaparannya lebih banyak menyebut akan melanjutkan semua pembangunan kota Bandarlampung yang telah dijalankan selama ini oleh walikota Bandarlampung Bapak Herman HN.
“Terlepas sisi positif dan negatif atas capaian yang telah dilakukan oleh Bapak Herman HN, harusnya ketiga calon walikota justru lebih mengedepankan ide-ide gagasan konkrit dan solutif untuk peningkatan kesejahteraan warga dan bagaimana agar pembangunan kota Bandarlampung periode selanjutnya jauh lebih baik,” ungkapnya.
Pasca debat perdana ini, dirinya memperkirakan kalau hasil dari debat kali ini belum banyak meyakinkan mayoritas Warga Kota Bandarlampung untuk menjatuhkan pilihan ke no urut berapa.
“Kita yakin mayoritas pemilih masih menunggu dan menanti debat selanjutnya yang telah diagendakan oleh KPU Bandarlampung, tentunya dengan tema yang berbeda,” ungkap Erfan, yang juga Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhamamdiyah Lampung ini.
Terkait dengan beberapa putusan Bawaslu Bandar Lampung, atas beberapa pelanggaran pilkada yang dilakukan oleh masing-masing pasangan calon dan tim suksesnya. JPPR berharap agar Bawaslu Kota Bandar Lampung sampai jajaran tingkat kelurahan (PPL) untuk tetap fokus pengawasan.
JPPR Lampung dan Kota Bandarlampung siap berpartisipasi untuk memantau setiap gerak gerik masing-masing tim sukses dalam melaksanakan kampanye.
“Kami juga menekankan agar ke 3 pasangan calon walikota dan wakil walikota Bandar Lampung untuk bersama-sama menjaga komitmen bersama untuk memenuhi standar protokol kesehatan dalam setiap aktivitasnya, kalau ada pelanggaran Bawaslu harus sigap bertindak, tentunya ini bisa berjalan lancar kalau adanya partisipasi aktif dari masyarakat Bandar Lampung. Jangan sampai kekhawatiran kita akan munculnya klaster pilkada covid19 terjadi, kita harus jaga bersama dan patuhi protokol kesehatan tersebut,” tutup Erfan. (Ramona)









