Harianpilar.com, Mesuji – Harga singkong di Kabupaten Mesuji kian hari ke hari terus terjun bebas hingga menyentuh kisaran Rp800 per kilogram. Akibat terjun bebasnya harga singkong di Mesuji tentunya membuat petani singkong menjerit.
Seperti yang diungkapkan, Tugimin (56) salah satu petani singkong yang tinggal di Tanjungraya, Mesuji mengatakan, harga singkong dari hari ke hari makin terjun bebas. Akibatnya masyarakat kesulitan dan mengalami kerugian. Untuk itu ia berharap pemerintah bisa melindungi para petani dengan mengupayakan peningkatan harga pada pengusaha.
“Kita kurang tau pasti kenapa harga singkong bisa anjlok seperti saat ini. Lapak-lapak itu bilang, harga singkong ini turun karena di pabrik sana juga turun,” ucapnya.
Akibat keadaan ini, Tugimin mengaku tak bisa berbuat banyak. Mau berjualan namun akan mengalami kerugian begitu besar. Sebab dapat dipastikan tidak berbalik modal.
“Terpaksa kita tahan dulu singkong ini dalam arti tidak dicabut. Hal itu kita lakukan siapa tau, satu dua bulan ini harganya kembali normal. Namun yang jelas kita harapkan pemkab mesuji ikut andil mencarikan solusi agar harganya kembali normal,” tukasnya.
Sementar Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Sekretariat Daerah Kabupaten Mesuji Arif Arianto, S.T, M.T, menegaskan bahwa pihaknya akan segera mencari solusi terhadap turunnya harga singkong tersebut.
“Dalam waktu dekat kita akan coba undang pihak-pihak terkait untuk duduk bersama membahas harga singkong ini,” kata Arif.
Namun tentang waktu dan tempat, Arif masih belum bisa menentukan. “Secepatnya. Dalam waktu dekat,” ujar dia.
Arif juga menyadari banyak faktor yang menyebabkan harga komoditas singkong terus mengalami tren penurunan. Salah satunya, terkait supply and demand.
“Dua hal ini tak bisa dipisahkan. Terutama berkenaan dengan kualitas singkong dan pengaruhnya terhadap harga. Termasuk jenis varietas, pola pemeliharaan, juga perlakuan,” tukasnya. (Sandri)









