oleh

Jelang Pilkada, Corona Kembali Melonjak

Harianpilar.com, Bandarlampung – Semakin mendekati perhelatan pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah (Pilkada) jumlah kasus corona virus disease (covid) 19 di Provinsi Lampung yang sempat menurun, kembali melonjak. Empat hari terakhir sedikitnya bertambah 42 kasus baru, Kamis bertambah 14 kasus, Jumat 4 kasus, Sabtu 12 kasus, dan Minggu 12 kasus. Termasuk calon wakil Bupati Lampung Selatan (Lamsel) Antoni Imam yang kini menjalani isolasi mandiri.

Data Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Minggu (06/09/2020), menyebutkan jumlah kasus suspek sebanyak 17 orang yang terdiri-dari kasus baru 6 dan kasus lama 11

Kemudian, kasus konfirmasi positif covid-19 berjumlah 452 orang yang terdiri dari kasus baru 12 orang dan kasus lama 440. Selanjutnya, untuk kematian yang konfirmasi sebanyak 19 orang dan selesai isolasi yang terkonfirmasi 346 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, DR.dr. Reihana, Minggu (06/09/2020), mengatakan, untuk kasus konfirmasi covid-19 yang ada di Provinsi Lampung bertambah 12. Sebanyak 7 orang dari Kabupaten Lampung Utara, dari 7 orang itu 1 orang telah meninggal dunia dan 6 orang masih menjalani isolasi mandiri. “2 orang dari kota Bandarlampung, 2 orang dari Kabupaten Lampung Selatan, dan 1 orang dari Kabupaten Mesuji,” ungkapnya, Minggu (6/9).

Menurut Reihana, pasien 442, 441, 443, 444, 445 dan 446 dari Lampung Utara merupakan hasil tracing dari pasien 402 yang saat ini tengah menjalani isolasi yaitu konfirmasi positif tanpa gejala.

Pasien 448 laki-laki 65 tahun dari Lampung Selatan saat ini sedang menjalani isolasi di rumah sakit swasta yang ada di kota Bandarlampung. Pasien 449 perempuan 41 tahun dari Lampung Selatan merupakan pelaku perjalanan dari Jakarta yaitu Tanjung Priok dan saat ini sedang menjalani isolasi mandiri di rumah.

Pasien 450 perempuan 25 tahun dari Kabupaten Mesuji saat ini sedang menjalani isolasi mandiri dirumah. Pasien 451 laki-laki 27 tahun dari Bandarlampung yang merupakan hasil tracing dari pasien 434 saat ini sedang menjalani isolasi mandiri. Pasien 452 perempuan 59 tahun dari Bandarlampung yang merupakan hasil tracing dari pasien No 425 saat ini sedang bergejala dan dirawat disalah satu rumah sakit swasta di Bandarlampung.

Reihana menambahkan, untuk yang selesai isolasi dalam arti sembuh saat ini ada 6 orang.
“Alhamdulilah yang sembuh 3 orang dari kota Bandarlampung, 2 orang dari Kabupaten Lampung Selatan dan 1 orang dari Kabupaten Lampung Tengah,” terangnya.

Reihana menerangkan, ke-enam pasien yang selesai isolasi atau sembuh yakni pasien 357 perempuan 60 tahun, pasien 358 laki-laki 27 tahun dan pasien 364 laki-laki 48 tahun dari kota Bandarlampung.

Selanjutnya, pasien 347 perempuan 24 tahun, pasien 349 perempuan 25 tahun dari Lampung Selatan dan pasien 376 perempuan 21 tahun dari Lampung Tengah yang telah selesai menjalani isolasi.

Untuk kematian konfirmasi covid-19 ada 1 orang yang berasal dari Kabupaten Lampung Utara. Dimana, Reihana menceritakan, pada tanggal 19 Agustus yang bersangkutan mengikuti rapat dengan kolega bisnis di Bandarlampung, tanggal 2 September berobat kerumah sakit swasta karena ada gejala.

“Dilakukan rapid tes hasilnya reaktif dan pada pukul 14.00 WIB mengalami perburukan dan dinyatakan meninggal dunia tepat pada pukul 14.30 WIB tanggal 2 September 2020. Kemudian, dilakukan pengambilan swab dan terkonfirmasi positif pada tanggal 5 September. Pemulasaran jenasah dilakukan dengan tatacara covid-19,” jelasnya.

Reihana juga menyampaikan, untuk jumlah pemeriksaan swab yang telah dilakukan di provinsi Lampung saat ini total berjumlah 8.193 swab yang dimana menghasilkan positif 851

“Khusus tanggal 5 September 2020 jumlah swab yang diperiksa adalah 222 spesimen yang menghasilkan positif baru sejumlah 12 kasus. Dimana, pemeriksaan swab dilakukan dengan cara PCR dan juga tes cepat monokulen,” tambahnya.

Angka reproduksi efektif di Provinsi Lampung khusus pada tanggal 6 September 2020 yaitu 0,81 memang dibawah angka 1.”Kalau kita lihat dalam dua minggu terakhir ini angka reproduksi efektif kembali berfluktuasi dari 0,81 sampai 1,18 dalam arti pandemi belum sepenuhnya bisa kita kendalikan,” jelasnya.

Reihana menerangkan, bahwa konfirmasi positif tanpa gejala biasanya didahului dengan anasnia yaitu kehilangan indera pembau dan selanjutnya diikuti dengan kehilangan indra perasa. Bagi masyarakat yang mempunyai gejala tersebut disarankan kontak ke tenaga kesehatan yang terdekat karena gejala itu sering dialami oleh yang disebut orang tanpa gejala yang saat ini diberi nama yakni konfirmasi positif asimtomatis.

“Protokol Kesehatan merupakan harga mati harus menjadi komitmen dan harus terus-menerus dilaksanakan secara bersama-sama antara masyarakat dan juga pemerintah. Dengan kita memakai masker, menjaga jarak minimal 1 Meter dan sering-sering melakukan cuci tangan di bawah air yang mengalir minimal 20 detik atau membawa hand sanitizer. Maka dengan kita bekerjasama baik antara masyarakat dan pemerintah insya Allah kita bisa keluar dari jajahan pandemi Global covid-19 yang ada di provinsi Lampung jangan panik karena panik bisa menurunkan imunitas tubuh dan jangan lupa bahagia karena bahagia merupakan obat dari segala penyakit,” pungkasnya.(Harry/Maryadi)