oleh

Pasien Terpapar Covid-19 di Metro Meninggal

Harianpilar.com, Metro – Satu pasien terpapar Covid-19 asal Kota Metro meninggal dunia. Pasien positif Covid-19 yang berasal dari Metro Utara, meninggal dunia, Rabu (02/09/2020) dinihari, sekitar pukul 04.00 WIB.

Pasien sempat menjalani perawatan selama tiga hari RSUD Ahmad Yani Kota Metro. Diketahui, pasien terpapar covid-19 usai berpergian dari Madura, Jawa Timur. Dalam perjalanannya,  almarhum dalam keadaan sakit sejak 27 Agustus lalu.

Wali Kota Metro, Achamd Pairin membenarkan bahwa pasien 09 meninggal pada 2 September 2020 dini hari. “Iya pasien 09 Meninggal dunia kurang lebih pukul 04:00 pagi tadi,” kata Pairin, Rabu, (02/09/2020).

Dia menambahkan, pasien berinisial K dengan usia 41 tahun. Pasien 09 dimakamkan di TPU Purwosari, Metro Utara.

“Hari ini pasien 09 akan dimakamkan di TPU setempat di Purwosari, Metro Utara. Karena pihak keluarga meminta dan alhamdulillah tidak ada penolakan dari warga, pemakaman akan dilakukan sesuai standar covid-19,” tambahnya

Diketahui, pasien 09 memiliki penyakit bawaan yaitu diabetes melitus dan asma. Pasien 09 sempat dirawat di sebuah klinik di Metro Pusat selama dua hari. Setelah tidak menunjukkan perubahan, pasien 09 dirujuk ke RSUD Ahmad Yani Kota Metro. Setelah dirawat akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di RSU A.Yani, Metro.

Sebelumnya, Ketua Komisi II DPRD Metro Fahmi Anwar meminta pemerintah pro aktif untuk memantau pergerakan warga yang melakukan perjalanan antardaerah, terutama dari zona merah Covid-19.

Ketua Komisi II DPRD Kota Metro Fahmi Anwar menilai dari sejumlah kasus terakhir Covid-19 yang terjadi di Kota Metro, rata-rata pasien terpapar akibat melakukan perjalanan dari luar daerah.

Dia menambahkan pihaknya meminta agar pemerintah melalui pamong, RT/RW maupun kelurahan, proaktif dalam mendata warga yang bepergian keluar daerah. Kemudian memberikan sosilisasi agar warga tersebut menjalani rapid test atau isolasi mandiri setelah tiba di Metro.

“Ini untuk menghindari atau memutus mata rantai penyebaran di Metro. Kita harap, RT/RW atau pamong sebagai garda terdepan aktif memberi sosialisasi kepada warganya. Sehingga setiap kasus bisa tertangani dengan cepat dan tidak menyebar,” tuturnya. (zuli).