Harianpilar.com, Natar – Sejak kepemimpinan Sularto menjadi Kepala Desa (Kades) Bandar Rejo, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), tampaknya di desa itu mulai berbenah diri, baik pembangunan fisik maupun non fisik.
Apalagi Sularto dikenal warganya sebagai pemimpin yang bertanggungjawab, bertangan dingin, bijak dan lembut. Masyarakat yang berkepentingan denganya tidak pernah dipersulit dan disaat perndemi Covid-19 ini masyarakat pun terlindungi, baik ekonomi maupun kesehatannya.
Kepala Desa (Kades) Bandar Rejo, Sularto mengatakan Dana Desa tahun 2020, untuk membangun untuk membangun jalan rabat beton.
“Dana Desa tahun 2020 kita gunakan untuk membangun rabat beton,” kata Sularto, Senin (27/07/2020).
Menurut dia pembangunan jalan ini demi memberikan kelancaran dalam transportasi, sehingga memudahkan masyarakat dalam beraktivitas.
Dia mengungkapkan Dana Desa tahun 2020 digunakan untuk membangun jalan rabat beton dengan lebar 3 meter dan panjang 60 meter di Dusun II. Kemudian rabat beton berukuran dengan lebar 3 meter dan panjang 500 meter di Dusun II menuju Dusun VII.
“Sedangkan untuk pembangunan di dusun-dusun lainnya akan dibangun pada pencairan berikutnya,” kata dia.
Sularto mengungkapkan sejak digulirkan bantuan Dana Desa (DD), pihaknya memprioritaskan pembangunan jalan rabat beton. Jalan tersebut dibangun bertujuan untuk mempermudah akses masyarakat dalam melakukan aktivitas.
Terkait kinerja kepala desa yang membangun jalan rabat beton, warga pun menyambut gembira. “Kami bangga dengan kinerja kepala desa dalam membangun jalan rabat beton. Sebab, selama ini masyarakat kurang nyaman dengan jalan berlumpur saat turun hujan sehingga akses transportasi darat menjadi susah,” ujar salah seorang warga setempat.
”Kami juga bangga memiliki seorang pemimpin yang peduli dengan pembangunan di desa. Selain itu, kepala desa terbuka dan transparan dalam mengelola dana desa yang melibatkan semua unsur. Mudah-mudahan pembangunan ini terus dilanjutkan tiap tahunnya,” harapnya.
Kemudian Sularto mengungkapkan bahwa Dana Desa juga untuk membangun Gedung Serba Guna (GSG). “Pembangunan GSG ini berdasarkan persetujuan dan hasil musyawarah desa,” katanya.
Dikatakan, gedung tersebut merupakan salah satu fasilitas yang menjadi prioritas dan sangat dibutuhkan masyarakat desa sebagai sarana gedung musyawarah.
Dia mengajak warganya untuk mendukung pembangunan yang saat ini sedang dan akan dilakukan, sehingga dalam pembangunan GSG tersebut bisa lancar, tanpa ada hambatan.
“Karena pembangunan yang dilakukan saat ini bukan untuk pemerintah maupun perangkat desa, melainkan untuk seluruh masyarakat Desa Bandar Rejo,” jelasnya.
Dalam rangka pencegahan virus covid-19, Desa Bandar Rejo juga melakukan kegiatan penyemprotan disinfektan dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19).
Sularto mengatakan penyemprotan dilakukan oleh seluruh aparatur desa dan warga ke seluruh rumah penduduk dan fasilitas umum (fasum).
“Kami sudah melakukan penyemprotan disinfektan selama 3 kali,” katanya.
Hal tersebut guna menyikapi penyebaran virus corona covid 19, aparat desa melakukan kegiatan penyemprotan disinfektan di Desa Bandar Rejo.
Lebih lanjut Sularto mengatakan penyemprotan cairan disinfektan sebagai upaya untuk mencegah penyebaran wabah virus corona di desa yang dipimpinnya.
Selain itu, dia juga mengajak masyarakatnya untuk bersama sama memberantas penyebaran virus covid 19 ini agar tidak mewabah.
Dia menegaskan bahwa virus corona telah menjadi permasalahan bersama.
“Kita harus melawan bersama, masyarakat harus disiplin mengikuti anjuran pemerintah jangan sampai kita menyesal setelah jatuh korban,” katanya.
Kemudian membagikan tempat cuci tangan ditempat umum, seperti masjid dan mushala. Lalu membangun satu buah posko Covid-19.
Selanjutnya membangikan uang Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa kepada 148 orang, sedangkan dari bansos sebanyak 200 orang. (Mar)









