Harianpilar.com, Kalianda – Pasangan bakal calon Bupati Lampung Selatan dan Wakil Bupati Lampung Selatan (Lamsel) H. Hipni- Melin Heryani Wijaya, pada Pilkada serentak Lampung Selatan (Lamsel) 2020 mendatangkian kian menguat. Calon pendamping pengusaha sukses itu merupakan istri dari mantan Wakil Bupati Lamsel periode 2010-2015, Eky Setyanto.
Selain itu, di beberapa akun Facebook milik netizen dan akun resmi Relawan Wani milik sukarelawan Hipni mem-posting sejumlah tagline “Hipni-Melin” dan “BangkitBersamaHipniMelin”.
Saat dihubungi melalui sambungan telepon selulernya, Hipni tidak menampik pertemuannya dengan Melin. Dia mengatakan pertemuan tersebut merupakan salah satu ikhtiarnya untuk maju Pilkada Lamsel 2020. “Alhamdulillah, saya minta doanya saja. Semoga apa yang kita cita-citakan bersama dapat terwujud untuk membangun Lamsel yang lebih baik lagi. Kita ingin kebersamaan membangun Lamsel dengan pelayanan merata,” kata Hipni.
Dikhabarkan Melin Heryani Wijaya beru-baru ini telah menghadap Ketua DPP PAN Zulkifli Hasan. “Sepertinya bu Melin Heryani Wijaya meminta doa restu ke bapak Ketua PAN Zulkifli Hasan,” kata sumber yang tidak mau disebutkan namanya, Minggu (05/07/2020).
Bahkan dibilangan Kalianda dan sekitarnya pasangan Bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Lamsel Hipni-Melin menjadi perbicangan serius di kalangan warga. Bebebrapa warga di Depan Gedung SMPN 1 Kalianda duduk sedang membicarakan pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Hipni-Melin. “Melin itu siapa lah mas, ko suaranya sudah mulai melejit, di akun Facebook milik netizen dan akun resmi Relawan Wani milik sukarelawan Hipni mem-posting sejumlah tagline “Hipni-Melin” dan “BangkitBersamaHipniMelin,” kata warga Kalianda yang tidak mau disebutkan namanya.
Seentara Hipni membeberkan strategi jitu untuk mewujudkan program pembangunan untuk masyarakat.
Hipni menawarkan pembangunan tanpa retorika omong kosong. Menurut suami Yuti Ramayanti itu, kunci keberhasilan kepala daerah dalam mewujudkan visi-misi atau program kerja adalah dengan jualan regulasi (Peraturan) yang berpihak kepada kepentingan masyarakat melalui Pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat.
“Jika masyarakat mengamanahkan untuk memimpin Lampung Selatan, saya berkomitmen tidak akan bermain fee proyek. Hal ini untuk memastikan kualitas pembangunan serta mewujudkan jalan mulus hingga pedesaan,” kata dia.
Dia melanjutkan, lalu kepala daerah dapat duit dari mana, sedangkan biaya politik mahal. “Nah, seperti yang kerap diungkapkan, saya hanya tinggal menjual regulasi dengan membentuk badan usaha milik daerah (BUMD) yang akan menyediakan seluruh material infrastruktur proyek pembangunan. Semua rekanan yang dapat proyek wajib membeli di BUMD tersebut,” ungkap Hipni saat sosialisasi dengan sejumlah masayarakat di bengkel bubut PT Lautan Teknis Perkasa, Dusun Tanjungjaya, Desa Tanjungratu, Kecamatan Katibung, Minggu (05/07/2020).
Dengan begitu, selain menciptakan sistem pengawasan, pemkab dapat mengontrol volume dan kualitas material dari setiap rekanan yang melaksanakan proyek, dari sisi usaha bisa dipastikan keuntungan dapat dicapai oleh BUMD tersebut.
“Persentase keuntungan atau margin BUMD merupakan hak pendapatan daerah yang sah,” kata dia.
Maka, rekanan harus membeli material sesuai RAB dan sesuai kualitas yang dibutuhkan. “Dengan membeli ke BUMD, pemda dapat mengecek langsung bagaimana kualitas material yang digunakan pihak rekanan. Karena tidak ada potongan fee proyek, kualitas pembangunan akan lebih baik,” ungkap anggota DPRD Lamsel 2 periode itu.
Antusiasme masyarakat terlihat cukup baik, mengingat program kerja yang ditawarkan tidak lazim atau sebuah terobosan baru yang masih belum familiar.
Sejauh ini, baru ada tiga bakal pasangan calon bupati Lampung Selatan yang kian mencuat dalam pergerakannya untuk maju Pilkada Lamsel. Ketiga nama itu, yakni Hipni-Melin, Nanang-Pandu, dan Tony Eka Chandra-Antoni Imam. (Mar)









