oleh

DPRD Lampura Minta Jaringan SUTET Segera Diperbaiki

Harianpilar.com, Kotabumi – DPRD Kabupaten Lampung Utara (Lampura) meminta Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Tanjung Karang‎ melalui Unit Layanan Transmisi dan Gardu (ULTG) Kotabumi, dapat segera memperbaiki jaringan Saluran Udara Ekstra Tinggi (SUTET), yang diduga menyebabkan warga tersengat listrik. Karena keterlambatan perbaikan sangat berpotensi menyebabkan semakin meluasnya kerusakan dan dapat menimbulkan korban jiwa. “Kami minta ULTG Kotabumi, segera merespon keluhan masyarakat ini. Kemudian melakukan perbaikan. Jangan menunggu sampai jatuh korban dulu. Jika ini didiamkan sangat berbahaya,” ujar Arif Al Hasan, anggota komisi II DPRD Lampura, Rabu (15/04/2020).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini mengatakan, persoalan tersebut akan dilaporkan ke pimpinan DPRD untuk kemudian dapat ditindalanjuti secara kelembagaan. Hanya saja, saat ini sedang berlangsung wabah Coronavirus Disease 2019 (Covid 19). Dimana semua tengah melakukan psychal distancing. Karenanya belum memungkinkan untuk melakukan rapat atau memanggil pihak ULTG. Meski demikian, bukan berarti DPRD tidak respon terhadap apa yang dikeluhkan warga.

“Pasti akan kita tindaklanjuti, apalagi jika pihak ULTG mengabaikan apa yang dikeluhkan warga ini. Jangan sampai jatuh korban dulu baru bertindak,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, jaringan SUTET, yang melintasi di  RT 3/LK 10, Dusun Tulungbungur, ‎Kelurahan Kotabumi Udik, Lampung Utara (Lampura) nyaris makan korban.

Dua keluarga di RT 3/LK 10, Dusun Tulungbungur, ‎Kelurahan Kotabumi Udik, Lampung Utara merasakan sengatan listrik di dalam rumah, Senin (13/04/2020) sekitar pukul 23.00 WIB.

Kuat dugaan, aliran listrik yang menyengat kedua keluarga ini berasal dari jaringan SUTET di sekitar rumahnya. Hal ini dikarenakan rumah kedua keluarga ini hanya berjarak sekitar 15 meter dari menara SUTET. Namun, tidak ada korban apapun dalam kejadian ini.

“Saya dan suami kesetrum di bagian kaki tadi malam,” terang Wati, salah satu warga di kediamannya, Selasa (14/04/2020).

Peristiwa ini terjadi saat adanya petir yang menggelegar di tengah hujan deras di daerahnya. Hanya sepersekian detik dari terdengarnya suara petir tersebut, ia dan suaminya Slamet Riyadi merasakan sengatan listrik di bagian kaki.

“Saat itu kami sedang bersantai di lantai. Mendadak terasa ada sengatan listrik yang mengalir dari lantai,” jelasnya.

Lantaran merasakan sengatan listrik, mereka berdua secara spontan melompat ke atas ranjang. Saat itulah aliran listrik tidak lagi dirasakan oleh mereka.

“Selain kami, tetangga sebelah juga merasakannya. Saking takutnya, anak tetangga berteriak – teriak,” tutur dia.

Ia berharap, pihak PT. PLN segera menindaklanjuti keluhan mereka karena kejadian ini membuatnya dan tetangganya tidak nyaman. Apalagi, kejadian ini kerap kali terulang saat ada petir.

“Kejadian ini sudah sering mas‎, tapi kami mau ngungsi ke mana. Mohon PT.PLN merespon keluhan kami sesegera mungkin,” pintanya.

Di tempat sama, Sobri, tetangga depan korban membenarkan kejadian tersebut. Kejadian yang menimpa kedua tetangganya ‎itu diketahuinya pada pagi ini.”Kami tahu adanya sengatan listrik yang menimpa keluarga Wati dan keluarga Wanto pada pagi ini. Wati sendiri yang cerita soal ini,” kata dia.

Rio dari PLN ULTG Kotabumi Bagian Pemeliharaan jalur SUT saat dikonfirmasi mengatakan, di Tower 8 memang terjadi sambaran petir sekitar pukul 18.49 WIB. Namun, lanjutnya, Tower itu secara teknis standarnya sudah terpenuhi.”Standar pertanahannya sudah terpenuhi. Terkait warga yang terkena setrum itu besok (hari ini) kami akan coba membuat pentanahan menjauhi rumah warga tersebut. Meski secara teknisnya 15 meter sudah terpenuhi. Sebelum-sebelumnya belum ada keluhan seperti ini, kaget juga makanya. Tapi saya tanya warganya memang keluhannya pas ada petir,” pungkasnya. (Iswan/Yoan/Maryadi)