Harianpilar.com, Tanggamus – Kecamatan Kota Agung Timur mulai dikampanyekan isi piringku untuk cegah stunting.
Hal ini dicanangkan dalam pertemuan dan pembentukan kader cegah stunting dari kader posyandu, PKK dari 12 pekon yang ada di kecamatan tersebut.
Pembentukan kader dilakukan oleh Yayasan Konservasi Way Seputih, guru PAUD, PKK, posyandu, puskesmas Pasar Simpang, kecamatan, didukung PT Tirta Investama Tanggamus (Aqua Danone).
Menurut Koordinator Program Wash-Stunting, YKWS, Muhammad Zazuli, melalui kampanye Isi Piringku diadakan kader atau sebagai untuk pendukung pencegahan stunting.
“Mereka ajak masyarakat berperilaku hidup sehat dan konsumsi makanan dengan gizi seimbang dan cukup. Sebab penyebab stunting akibat pola hidup tidak sehat dan minim makanan bergizi. Peserta pelatihan diberikan pengetahuan tentang stunting dan upaya pencegahannya dengan tindakan Isi Piringku dengan makanan bergizi,” ujar Zazuli.
Selain itu diadakan juga diskusi apa saja yang sudah dilakukan selama ini terkait pencegahan stunting. Dan kendala apa saja yang dihadapi dalam penanganan stunting pada masyarakat.
“Pada kegiatan pelatihan kami lebih banyak berikan pegetahuan tentang ketrampilan berkomunikasi atau berkampanye melalui media alat bantu bertema stunting,” terang Zazuli.
Melalui pelatihan para kader diberi tahu pula pemahaman tentang pola asuh dan pemberian gizi seimbang. Contohnya seperti pemberian keragaman menu pangan pada anak masa usia pertumbuhan. Dan sementara ini baru diadakan pembetukan kader Isi Piringku di Kec. Kota Agung Timur.
“Tujuannya untuk perubahan prilaku hidup sehat, berkecukupan gizi oleh masyarakat. Dari hasil pelatihan seluruh peserta berkomitmen terus meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan upaya penyadaran ke masyarakat tentang pencegahan stunting,” tambah Zazuli.
Untuk awalan kader atau agen Isi Piringku akan beri bimbingan ke posyandu, lembaga PAUD, selanjutnya baru ke masyarakat luas. Selain itu juga diadakan tentang sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) yang bertujuan untuk perilaku bebas buang air besar sembarangan.
“Sebab perilaku itu membawa dampak munculnya bibit penyakit. Dan jika sudah sakit maka pertumbuhan tubuh akan terhambat. Ini pula yang mengakibatkan stunting,” terangnya.
Menurut Camat Kota Agung Timur Firdaus, juga mengaku pencegah stunting dengan pemberian makanan bergizi, lalu pemanfaatan air bersih dan sanitasi sehat.
“Pentingnya upaya pencegahan stunting melalui pedekatan spesifik diantaranya dengan pemberian gizi seimbang dan aspek sensitif di antaranya pengelolaan air bersih dan sanitasi,” kata Firdaus.
Ia mengaku, Kec. Kota Agung Timur juga sedang berupaya menuju kecamatan dengan status bebas buang air besar sembarangan pada tahun 2021. Maka adanya kader Isi Piringku diharapkan mendukung target tersebut.
Wakil Bupati Tanggamus AM Syafi’i pernah menyampaikan Tanggamus masuk 60 kabupaten stunting di Indonesia. Hal itu berdasarkan keputusan Kementerian Dalam Negeri melalui surat Nomor 050/840/Bangda tanggal 12 Februari 2018.
“Di dalamnya ditetapkan seribu desa lokus stunting yang ada pada 60 kabupaten se-Indonesia di tahun 2019, dan Tanggamus salah satu lokusnya,” ujar Syafi’i.
Lantas tindakan dari Pemkab Tanggamus, salah satunya menerbitkan SK Bupati Tanggamus nomor B.129/35/03/2019 tentang Tim Koordinasi Intervensi Penurunan Stunting di Tanggamus.
“Lalu terbitnya Perbup nomor 23 tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis Penetapan Prioritas Dana Pekon tahun 2019 untuk penanganan stunting. Kemudian deklarasi penanganan stunting pada rembug stunting,” kata Syafi’i.
Lokus stunting di Tanggamus tersebar di 10 pekon, rinciannya, Pekon Tampang Muda, dan Karang Berak di Kecamatan Pematang Sawa. Lalu Pekon Dadisari, Pekon Wonosobo Kecamatan Wonosobo. Pekon Banjar Manis, Kecamatan Gisting. Pekon Sinar Petir Kecamatan Bulok. Pekon Umbul Buah Kecamatan Kota Agung Timur. Kemudian Pekon Rajabasa Kecamatan Bandar Negeri Semuong. Pekon Pardasuka Kecamatan Kota Agung, dan Pekon Sirna Galih Kecamatan Ulu Belu. (Agus/Ron).









