Harianpilar.com, Pesawaran – Untuk menekan penyebaran kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pada musim penghujan di sejumlah wilayah Kabupaten Pesawaran, Dinas Kesehatan (Diskes) kabupaten setempat kian intens melakukan penyuluhan dengan menghimbau masyarakat untuk selalu membersihkan tempat-tempat genangan air di lingkungannya.
Dan selain itu, menurut Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM), dr. Elvira, mewakili Kadiskes Pesawaran Harun Tri Djoko mengungkapkan, pembagian abate juga tetap diutamakan guna dalam pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
“Kita sudah membuat surat himbauan yang dilayangkan kesetiap kecamatan dan puskesmas untuk kewaspadaan dini terhadap penyebaran jentik nyamuk dengue ini,” kata dr Elvira, melau pesan Whatsappnya, Selasa (28/01/2020).
Diungkapakan Elvira, meningkatnya kasus gigitan nyamuk aedes aegypti (DBD) pada tahun 2019 lalu, dikarenakan kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan sekitar.
“Jumat (31/01/2020) bersih yang dilaksanakan masyarakat hanya sebatas bersih lingkungan dengan babat rumput saja. Sementara utamanya adalah membersihkan tempat-tempat penampungan air,” ujarnya.
Dia merincikan, kasus DBD ditahun 2018 sebanyak 232 kasus, sedangkan ditahun 2019 melonjak 642 kasus.
“Sementara untuk tahun 2020 ini berdasarkan data harian kami baru ada 10 kasus DBD,” jelasnya.
Elvira mengatakan, untuk wilayah Pesawaran yang terindemik kasus DBD, yakni di Kecamatan Gedongtataan, Kecamatan Negerikaton, Kecamatan Waylima, Kecamatan Kedondong dan Kecamatan Waykhilau.
Masih kata Elvira, meningkatnya penyebaran jentik nyamuk dengue ini, akibat kurangnya kesadaran masyarakat atas pergantian cuaca musim kemarau memasuki musim penghujan. Padahal penting diketahui, jentik nyamuk dengue ini termasuk jentik nyamuk yang mampu bertahan selama 6 bulan, dan ketika musim hujan tiba jentik tersebut berubah menjadi nyamuk.
“Untuk itu bila ada kasus segera melapor ke Puskesmas untuk dilakukan PE (penyelidikan epidemiologi),” himbaunya.
Terakhir Elvira meminta, kepada setiap kepala desa agar selalu berkordinasi dengan UPT puskesmas di desanya dalam upaya pencegahan, pengamatan dan pengobatan DBD.
“Itu kesiap siagaan kita dalam menekan peningkatan penyebaran kasus DBD di Pesawaran,” paparnya. (Fahmi/Maryadi)









