oleh

Djohan Minta 800 Pegawai Honorer Metro Dievaluasi

Harianpilar.com, Metro – Wakil Walikota Metro Djohan mengharapkan perlu adanya evaluasi dilakukan Pemkot kepada Pegawai Honorer yang telah dipekerjakan.

Hal tersebut dimaksudkan agar bisa terpenuhinya kebutuhan kinerja yang sesuai.

“Mereka kan tenaga kontrak, semestinya harus dievaluasi kinerjanya, jika tidak terpenuhi putus saja kontraknya,”ucapnya, di Pemkot, Jumat (24/01/2020).

Menurutnya, pengangkatan pegawai honorer atau tenaga harian lepas yang dikontrak Pemkot seharusnya disesuaikan dengan kebutuhan, bukan asal saja mengangkat, sehingga kekurangan kinerja PNS bisa terbantukan.

Dicontohkannya, misal kekurangan tenaga yang ahli komputerisasi. Semestinya cari ahlinya yang akan diangkat, sehingga bisa memenuhi kebutuhan. Misalnya, seperti kalian para wartawan mau mengangkat seorang wartawan, tentunya harus mencari yang bisa menulis, yang disesuaikan dengan basiknya.

Hal itulah diperlukan adanya evaluasi kinerja oleh Pemkot. “Jangan mengangkat banyak-banyak honorer, tapi tetap saja tidak memenuhi kebutuhan kekurangan tenaga ahlinya yang diperlukan,”tambahnya.

Oleh karena itu perlu adanya peninjauan kembali agar bisa menutupi kekurangan kebutuhan tenaga yang ada yang diperlukan. Dikatakannya, banyak kebutuhan skill yang diperlukan untuk menutupi kekurangan personil di Pemkot Metro. “Memang seharusnya pengangkatan disesuaikan dengan kebutuhan serta basiknya,” tandasnya.

Sebelumnya, Wakil Walikota Djohan juga meminta Asisten II Sekkot Metro Yerri Ehwan yang juga Baperjakat untuk mengevaluasi penetapan jabatan pegawai.

“Jangan sampai ada seorang Kasi di Kantor Kelurahan yang tidak bisa mengunakan komputerisasi. Bagaimana mau mengakses laporan jika tidak bisa komputer,” tuturnya. Hal itu harus menjadi pertimbangan.

Sementara data di pemkot jumlah pegawai honorer saat ini mencapai 800 orang. Mereka menyebar di Sekretariat Pemkot, sejumlah OPD, dan di DPRD. (Zuli).