Harianpilar.com, Pesawaran – Menyikapi keluhan petani jagung Desa penengahan-Gedongtataan terhadap hama ulat yang menyerang tanaman jagung mereka sehingga berpotensi gagal panen.
Komisi II DPRD Pesawaran, melalui ketua Komisi II, Saptoni, meminta pihak terkait dalam hal ini Dinas Pertanian Pesawaran secepatnya merespons dan mengambil langkah sigap guna menanggulangi permasalahan para petani jagung tersebut.
“Setiap tahun pasca musim penghujan selalu menimbulkan masalah yang tidak berkesudahan bagi para petani kita. Dan sekarang ini serangan hama mengancam tanaman jagung petani, maka Dinas Pertanian secepatnya turun dan mengambil langkah untuk mengatasinya,” ucap Ketua Komisi II DPRD Pesawaran, Saptoni, Selasa (21/01/2020).
Diungkapkan Saptoni, di tahun 2020 Pemkab Pesawaran melalui Dinas Pertanian telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp500 juta hingga Rp1 miliar untuk menanggulangi kondisi darurat seperti saat ini.
“Oleh karenanya jika serangan hama mengancam tanaman jagung petani, maka segera gunakan dana tak terduga.Dana itu memang disiapkan untuk menanggulangi kondisi darurat seperti ini,” terangnya.
Dan dijelaskan Saptoni, untuk tahun 2020 anggaran sebesar Rp 500 juta hingga Rp1 miliar itu mencakup untuk padi, jagung, pangan dan holtikultura.
“Jadi mengenai bantuan tersebut silahkan kelompok taninya berkordinasi dengan penyuluhnya dan penyuluhnya nanti menyampaikan ke Dinas Pertanian untuk ditindak lanjuti. Tapi ini sipatnya bukan untuk individu loh ya, melainkan untuk kelompok tani,” tegas Saptoni.
Namun, lanjut politisi PAN (Saptoni -red) anggaran untuk tahun 2020 ini belum bisa terpakai karena masih proses evaluasi Provinsi. Dan Kemudian terkait mengantisipasi hama ulat ini, kiranya harus dapat dipersiapkan mulai dari obat-obatan. Kemudian selain itu, lanjut Saptoni, mengingat masyarakat Pesawaran mayoritas petani, maka pemerintah kabupaten melalui Dinas Ketahanan Pangan, Holtikultura dan Dinas Pertanian agar dapat memprioritaskan bantuan alat pertanian, karena bantuan alat itu sangat diperlukan masyarakat petani.
“Selain itu bantuan yang ada selama ini belum dapat menyentuh ke seluruh kecamatan yang ada. Maka ke depan diharapkan bantuan pertanian tersebut dapat diperbanyak lagi,”ulasnya. (Fahmi)









