Harianpilar.com, Bandarlampung – Walikota Bandarlampung, Herman HN menantang mahasiswa Intitute Teknologi Sumatera (Itera) bisa memiliki Indek Prestasi Komulatif (IPK) di atas 3,6 agar bisa bekerja di Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung.
Hal itu disampaikan Herman HN saat meresmikan gedung kuliah F Institut Teknologi Sumatera (ITERA), yang berada dijalan Terusan Ryacudu, Way Hui, Selasa (21/01/2020).
Herman HN mengatakan, pihaknya akan terus mendukung pembangunan kampus Itera agar dapat menjadi kampus terbaik. Dengan bertambahnya sarana dan prasarana baru harus berdampak pada peningkatan mutu. Oleh karena, itu kita jangan berpuasa diri untuk membantu harus lebih baik.
“Kita ingin, Itera ini mampu menjadi kampus terbaik. Karena dengan majunya kampus Itera tentu akan membawa nama baik provinsi Lampung di tingkat nasional,” ungkapnya.
Herman HN berpesan, kepada seluruh mahasiswa ITERA yang masuk dalam program Bina Lingkungan (Biling) jangan takut, tidak selamanya hidup itu susah, pasti ada jalannya akan sukses. “Kaya saya dan pak rektor ini, dahulu seperti apa, dan sekarang jadi seperti apa. Jadi jangan takut. Hidup harus optimis jangan pesimis,” kata dia.
Herman HN menambahkan, untuk biling saat ini hampir tiga ratusan, dan Herman HN menantang para mahasiswa untuk bersinergi dengan pemerintah kota Bandarlampung asalkan IPK 3,6 atau 3,7,”Banyak saya perlukan di bidang pertanian, PU, supaya kita lebih baik,” pungkasnya.
Sementara itu Rektor ITERA Ofyar Z. Tamin mengatakan, bangunan ini merupakan gedung kedua yang dibangun oleh pemerintah kota Bandar Lampung. Dimana sebelumnya pada tahun 2018 Gedung perkuliahan E sudah berdiri dengan mebghabiskan anggaran sebesar Rp30 miliar. Dan gedung F ini merupakan gedung kedua yang telah selesai pada tahap satu dengan anggaran sebesar Rp30 miliar Rupiah.
“Gedung F ini belum jadi, dan akan diselesaikan pada tahap kedua di tahun 2020 ini, tahap kedua ini akan menghabiskan Rp8,5 miliar untul pembangun life dan juga lahan parkir. Jadi untuk gedung F ini menghabiskan biaya sebesar Rp38,5 miliar. Jadi untuk dua gedung ini, mampu menampung kurang lebih 7000 mahasiswa,” tutupnya. (Harry/Maryadi)









