Harianpilar.com, Metro – Kota Metro mengalami inflasi sebesar 0,36 persen pada November ini. Hal itu dikareakan adanya kenaikan indeks dari 142,50 pada Oktober 2019 menjadi 143.01 pada November.
Badan Pusat Statistik Kota Metro merilis hasil inflasi pada bulan November tahun 2019, di Aula Badan Pusat Statistik Kota Metro, Senin kemarin (02/12/2019).
Dalam laporannya, Kepala Badan Pusat Statistik Kota Metro menyampaikan bahwa Pada November 2019, Kota Metro mengalami inflasi sebesar 0,36 persen karena adanya kenaikan indeks dari 142,50 pada Oktober 2019 menjadi 143,01 pada November 2019.
Adapun tiga kelompok pengeluaran yang memberikan andil dalam pembentukan inflasi yakni, kelompok bahan makanan sebesar 0,3206%, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,0366% serta kelompok kesehatan yakni sebesar 0,0238%.
Selain itu, adapun beberapa kelompok yang pengeluarannya memberikan pembentukan deflasi yaitu, transpor, komunikasi dan jasa keuangan, kelompok sandang, kelompok makanan, minuman, rokok den tembakau, serta kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga.
“Inflasi Kota Metro menempati peringkat ke-17 dari 82 kota yang diamati perkembangan harganya. 57 kota IHK mengalami inflasi dan 25 kota mengalami deflasi dan inflasi tertinggi terjadi di Manado sebesar 3,30% serta inflasi terendah dialami oleh Malang sebesar 0,01%,” jelasnya.
Kota Metro, pada November 2019 berdasarkan penghitungan inflasi tahun kalender (Point to Point) adalah sebesar 2,56 persen dan inflasi year on year (YoY) adalah sebesar 2,84 persen. (Zuli)









