Harianpilar.com, Jatiagung – Kepala UPTD Puskesmas Karang Anyar, Kecamatan Jatiagung, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) Sudibyo, S.KM menghimbau kepada masyarakat agar dapat mewaspadai akan penularan penyakit tuberkulosis (TBC) ini.
Bila ada satu warga terinfeksi penyakit TBC segera untuk diajak berobat mengecek sample dahaknya untuk mengetahui si penderita positif atau negatif terserang TBC. Apabila ada warga yang positif terserang, maka pasien tersebut diharapkan berobat tuntas 6 bulan minum obat secara rutin sampai dinyatakan sembuh oleh tenaga kesehatan.
Karena apabila penderita tidak sampai tuntas minum obat dan sakit semakin parah, maka kematian yang akan jadi ancamannya. Seperti kita tahu, Penyakit TBC ini masih merupakan penyakit nomer tiga mematikan di Indonesia.
Bakteri penyebab TBC yaitu Mycobacterium tuberculosis ditularkan melalui udara dari seorang penderita kepada orang lain pada saat batuk, bersin, bahkan ketika tertawa atau berbicara keras dalam jarak dekat, percikan dahak terhirup ke hidung atau mulut orang lain.
Mekanisme penularan ini disebut dengan istilah droplet nuclei, sedangkan kategori penyakit yang ditularkan melalui jalur udara seperti TBC dikenal dengan istilah airborne transmitted disease.
Dengan mekanisme penularan seperti ini, TBC sangat mudah ditularkan dari si sakit ke orang-orang yang rentan disekitarnya. Penularan lebih mudah terjadi di kalangan keluarga terdekat atau serumah, di lingkungan tertutup dengan sirkulasi udara yang tidak bebas, bahkan di tempat-tempat umum yang padat.
Ia juga menghimbau masyarakat untuk melaksanakan pola hidup bersih dan sehat agar terhindari dari segala penyakit.
Lebih lanjut Sudibyo mengatakan pihaknya siap melayani masyarakat dengan sigap dan cepat. “Apabila ada masyarakat yang sakit memerlukan pertolongan kami akan melayani secara optimal. Agar pasien merasa nyaman dalam pelayanan, kami akan mengadakan pengobatan gratis, baik usia balita atau usia lanjut karena penyakit TBC, tidak memandang usia,” tutur Sudibyo.
Harapan kami selaku tenaga kesehatan dengan penyuluhan ini masyarakat dapat memahami apa itu penyakit TBC dan mengurangi sentimen masyarakat desa bahwa penyakit TB itu adalah penyakit guna-guna atau kutukan. Dan kami mengaharapkan penyakit ini tuntas untuk Indonesia Sehat.
Kepala Desa Karang Anyar Sumanto mendukung penuh usaha penanggulangan penyakit menular tersebut dan berusaha memutus mata rantai penyebaran kuman TBC dengan berbagai metode sosialisasi dan pengajian pengajian yang secara langsung mampu menjaring suspek dan penderita TBC.
Sumanto menekankan kepada seluruh perangkat desa, baik kadus, RT untuk menjaga, kebersihan lingkunganya masing-masing agar nampak berseri dan bersih. Karena lanjut Sumanto, kebersihan itu pangkal dari iman. (Mar)









