Harianpilar.com, Waykanan – Melahirkn sumber daya manusia (SDM) yang berkualiatas harus didukung segala prioritas, tak terkecuali sara dan prasarana seperti gedung yang memadai, sehingga ilmu yang diberikan dapat terserap anak didik dengan baik.
Kondisi gedung Sekolah Dasar Kampung Sukarame, Kecamatan Baradatu, Kabupaten Waykanan sangat tidak layak digunakan, sehingga sangat menganggu belajar mengajar, trutama disaat musim hujan karena atap gedung sekolah yang digunakan pada bocor.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Waykanan dinilai tutup mata. Sebab dengan kondisi gedung yang tak layak pakai tersebut, hingga kini Dinas Pendidikan dan Kebudayana Waykanan tak kunjung memperbaikinya.
Kerusakan terjadi pada bagian plafon lantaran asbes banyak yang pecah. Akibatnya, ruangan tersebut kerap bocor setiap turun hujan. Selain itu, dinding tembok juga mulai lapuk dan lantai keramiknya sudah pecah-pecah, serta menimbulkan kotoran debu.
Ketika masuk ke dalam ruangan kelas, terlihat kursi dan meja untuk belajar para murid pun sudah rusak. Atap ruang kelas pun dalam keadaan rusak dan fasilitas lainnya.
Kondisi gedung sekolah tersebut, dibenarkan Kepala SD Sukarame, Iskandar, S.Pd.
Dia mengatakan kondisi ngedung sekolahan yang dipimpinnya memang sangat memperhatinkan. Dengan kondisi yang sangat memprihatinkan, mengakibatkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sangat terganggu. Parahnya lagi kata dia saat musim hujan pada bocor asbesnya.
Dikatakan Iskandar, bangunan yang ada adalah bangunan tahun 1980 dan baru dapat renovasi tahun 2005 dan sampai sekarang belum pernah lagi dilakukan perehapan.
‘Saya dan seluruh dewan guru mengharapkan, kondisi gedung yang ada dapat menjadi perhatian khusus bagi pemerintah. Sehingga apa yang menjadi keluhan dapat teratasi dan pada akhirkan akan mampu mencetak generasi penerus yang berkualitas. (an)









