oleh

Tiga Rumah di Panjang Habis Dilalap Si Jago Merah

Harianpilar.com, Bandarlampung – Sebanyak tiga rumah warga yang beralamat di RT 10/02 Gang Cendrawasih Kelurahan Pidada Kecamatan Panjang Kota Bandarlampung, hangus terbakar akibat konsleting listrik,  pada Rabu (20/11/2019).

Kejadian bermula berawal saat rumah Yulianto berada dalam kondisi kosong, dan terkunci, karena pergi bekerja dan istrinya mengantar anak sekolah. Dugaan sementara akibat konsleting listrik.

Menurut Ketua RT 10/02 Syarifuddin, mengaku beruntung api cepat dipadamkan, sehingga tidak meluas ke seluruh bangunan. Adapun tiga rumah warganya yang terbakar yaitu rumah Yulianto (41), Langgeng Utomo ( 49), Nelmi/Rukmini ( 59) dan Zulfikri (50) yang terkena imbas rumahnya menjadi sarana alat pijakan. Masing – masing warga RT 10 LK 02 Kelurahan Pidada, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut.

Diperkirakan korban kebakaran mengalami kerugian materi akibat peristiwa tersebut ditaksir sekitar puluhan juta rupiah.

“Kasur, kipas angin, ambal, lemari pakaian dan surat berharga yang terbakar,” kata dia.

Dengan kejadian ini sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran dari IPC Pelabuhan Panjang dan satu unit dari BPBD Kota Bandarlampung, turun langsung ke lokasi.

Saksi mata yang juga rumahnya terbakar Siska Dwi Utari membeberkan, awalnya ia melihat asap yang muncul dari salah satu kamar di rumahnya.

Namun saat berupaya menghubungi pihak pemadam kebakaran, sebagian rumahnya sudah habis terbakar.

“Awalnya liat asap keluar dari kamar, saya langsung mencoba menghubungi pemadam kebakaran, tapi api sudah menghanguskan sebagian rumah,” tuturnya sedih, Rabu (20/11/2019) siang. Korban lainnya Beti Sri Wahyuni menuturkan, semua pakaian, lemari, berkas-berkas penting semuanya ludes terbakar.

“Habis semuanya. Baju-baju, lemari, TV, berkas penting, habis terbakar,” ungkap perempuan 38 tahun itu kepada wartawan.

Warga sekitar, sambung Beti, saat sebelum kejadian kebakaran besar mengaku sudah mencium bau seperti kabel terbakar.

Namun, hal tersebut tidak dirasakan Beti sehingga dia beraktivitas di luar seperti biasa.

Walikota Bandarlampung Herman HN didampingi Camat Panjang Bagus Harisma Bramado, Danramil Panjang Mayor Arm Muskardi dan Lurah Pidada Usmansyah langsung turun kelapangan guna bertemu korban kebakaran dan mengamati puing-puing lapak yang terbuat dari tiang kayu dan dinding papan yang baru beberapa jam saja terbakar berserakan dan menjadi arang termasuk barang-barang yang ada di dalamnya.

Orang nomor satu di Kota Bandarlampung ini menyampaikan, rasa duka dan prihatin akibat musibah kebakaran ini.

“Saya menyampaikan rasa prihatin yang dalam atas peristiwa kebakaran ini, hal ini merupakan cobaan Allah yang menimpa bapak, ibu para korban, semoga dapat bersabar dan tetap semangat, Inshaa Allah akan diberi hikmah kepada kita semua”, ungkap Herman HN.

“Atas nama Pemerintah Kota Bandarlampung dan sebagai wujud rasa simpati dan untuk meringankan beban, saya juga akan membantu warga yang terkena musibah kebakaran,” tutupnya.

Lebih lanjut Herman HN mengatakan pihaknya akan membantu memperbaiki rumah yang rusak akibat kebakaran tersebut.

“Yang sabar yah, nanti kita bantu perbaiki rumahnya, ini ujian dari Allah,” ungkapnya saat mencoba menenangkan salah satu korban yang menangis karena rumahnya terbakar. Herman HN juga mengimbau masyarakat untuk mengecek kembali listrik serta kompor sebelum pergi meninggalkan rumah.

“Listrik juga jangan banyak colokan atau sambungan, kalau kita tertetib insyaallah kita dilindungi,” ungkapnya.

Terkait berapa nominal yang akan diberikan pihaknya belum bisa menjelaskan. Ia mengatakan sebab belum bisa diprediksi berapa jumlah kerugiannya.

“Kalau besarnya kita belum menghitung, karena kita lihat dulu berapa kerugiannya, dan kita juga ligat keuangan daerah yang pasti kita akan bantu memperbaiki rumahnya yang terbakar,” kata dia. (Harry)