Harianpilar.com, Bandarlampung – Untuk memberi rasa aman kepada warga Bandarlampung, Badan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) setempat terus melakukan operasi penyakit masyarakat (pekat) di sejumlah lokasi yang diduga tempat protitusi.
Dalam operasi yang digelar, Senin (14/10/2019) pukul 22.00 WIB hingga Selasa (15/10/2019) pukul 03.00 WIB dini hari, instansi keamanan di lingkup Pemerintah Kota Bandarlampung itu berhasil menjaring 10 pekerja seks komersial (PSK).
Pelaksana tugas (Plt) Kasat Pol-PP Bandarlampung, Suhardi Syamsi mengatakan, meski pihaknya gencar menggelar razia pekat, masih banyak didapati kegiatan malam. Sehingga Tim Ketertiban Umum (Trantibum) kembali mengamankan 10 PSK.
“Terjaring 10 PSK, 9 wanita dan 1 waria. Giat ini memang gencar tiap malam kita laksanakan, untuk menangani penyakit sosial pada malam hari dari sekira pukul 22.00 sampai 3.00 dini hari,” ujarnya Suhardi Syamsi, Selasa (15/10/2019).
Suhardi mengatakan, Trantibum menggelar giat di beberapa lokasi berbeda, di antaranya Bawah Ramayana, Pasar Am
mbon, Jalan Martadinata, Keteguhan, Lapangan Sawah Brebes, Pasar Bawah dekat Hotel Sheraton, depan Asrama Brimob Pahoman, Ketapang, Way Lunik, dan Panjang.
“Di sejumlah lokasi tersebut yang kerap dijadikan tempat beradanya para PSK wanita dan Waria,” jelasnya.
Menurut Suhardi, gencarnya razia ini, tidak menutup kemungkinan adanya lokasi baru yang akan dijadikan tempat mangkal para pekerja malam.
“Bahkan kalau di temukan lokasi baru, ke depan Trantibum akan menyisir disetiap lokasi,” ucapnya.
Terhitung sejak September hingga Oktober, total PSK yang telah terjaring dalam giat operasi Ketertiban Umum dan Sosial berjumlah 31 orang.
“Semua yang terjaring ini akan dilimpahkan langsung ke Dinas Sosial untuk dilakukan pembinaan. Namun sebelum itu kami data dan berikan sarapan terlebih dahulu,” ungkap dia.
Suhardi berharap, giat rutin yang dilakukan ini dapat menjadi pembelajaran bagi para pelaku. Kepada masyarakat, ia meminta memberi informasi membantu kepada Satpol-PP Bandar Lampung.
“Harapannya ini kan kita lakukan untuk menciptakan suasana yang tertib dan nyaman. Kepada mereka yang terjaring untuk tidak mengulangi lagi, dan kepada masyarakat kita harapkan dapat membantu Satpol-PP memberikan informasi keberadaan penyakit masyarakat ini,” pungkasnya. (Maryadi)









