Harianpilar.com, Lampung Timur – Warga Desa Bumiharjo, Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur keluhakan pendistribusian kartu keluarga sejahtera (KKS). Pasalnya, penerima kartu tersebut kebanyakan warga yang mampu, sehingga program dari Kemensos tersebut dinilai tidak tepat sasaran.
Salah satu warga setempat, Yono (46) mengatakan, penerima KKS di Desa Bumiharjo, Kecamatan Batanghari ini justru sebagai merupakan kalangan yang sudah mampu dan mapan secara ekonomi.
“Saya sebagai warga merasa binggung bagaimana mekanisme pendataan dan syarat penerimaan kartu tersebut. Apakah dari kepala desa, RT, RW, Bayan, kader desa, pendamping desa atau dari Dinas Sosial Kabupaten Lampung Timur, atau dari pusat,” keluhnya, Jum’at (27/09/2019).
Padahal lanjutnya, ada RT, RW, Bayan dan kader di setiap lingkungan, akan tetapi kenyataannya di sini tidak ada yang mendata dengan benar ataupun mengajukan setiap warga yang berhak menerima dan warga yang tidak berhak menerima manfaat dari bantuan tersebut.
“Waktu raskin saya dapat, sedangkan bantuan KKS tidak dapat, apakah pendataan untuk mendapatkan bantuan pakai data yang terbaru atau pendataan masih memakai data yang lama. Dan yang sangat disayangkan di sini yang menerima bantuan tersebut ada warga yang mampu,” kata dia.
Hal senada diungkapkan oleh Tini (49). Dia merasa kecewa dengan proses pendataan. Menurutnya, data penerima KKS sepertinya banyak yang kurang tepat sasaran.
“Masak jelas-jelas orang masuk kategori mampu dan dilihat dari rumah nya bagus mendapatkan bantuan KKS. Sedangkan saya ini hanya ibu rumah tangga, suami berprofesi sebagai buruh bangunan sama sekali tidak mendapatkan bantuan tersebut,” kesalnya.
Dikatakannya, tidak hanya bantuan KKS, bantuan seperti PKH, KIP, dan KIS dirinya dan keluarga tidak pernah merasa mendapatkan bantuan tersebut. Padahal bantuan tersebut sangat bermanfaat bagi keluarganya.
“Saya meminta kepada pihak-pihak terkait agar segera turun tangan untuk mengatasi permasalah ini, karena di Desa Bumiharjo masih banyak warga yang harus dibantu lewat program KKS dan bantuan KKS yang saat ini berjalan tidak tepat sasarannya.
Orang yang mampu mendapatkan bantuan dan orang yang tidak mampu justru tidak mendapatkan bantuan,” jelasnya.
Sementara, Kepala Desa Bumiharjo Mahfud Sidik mengaku, binggung pihak pemerintah desa tidak libatkan dalam proses pendataan penerima bantuan KKS.
“Kami tidak pernah dilibatkan dalam pendataan program itu langsung turun dan pemerintah desa hanya membantu memfasilitasi warga,” tukasnya.
Untuk diketahui, berdasarkan data yang dihimpun di lapangan warga Desa Bumiharjo, Kecamatan Batanghari mendapatkan bantuan KKS berupa 10 kg beras dan 6 butir telur ayam. Namun sudah dua bulan terakhir ini untuk beras bervariasi ada yang mendapatkan 8 kg dan 5 kg. (Can).









