oleh

Direktur Pembina SMA Kemendikbud Puji SMAN 10

Harianpilar.com, Bandarlampung – Dalam rangka memberikan motivasi dan support kepada para pengajar di Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berada di Bandarlampung, Direktur Pembina SMA Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia (RI)  melakukan kunjungan ke salah satu Sekolah di Bandarlampung.

Dimana, SMAN 10 Bandarlampung yang mendapat kunjungan Kemendikbud RI, Jumat (20/09/2019).

Direktur Pembina SMA Kemendikbud RI, Purwadi mengatakan, kunjungan ini baru kali ini di SMAN 10 Bandarlampung yang dilakukan oleh Kemendikbud RI.

“Kunjungan ini dalam rangka silahturahmi. Guna untuk memberikan motivasi dan semangat saja untuk para guru khususnya yang ada di SMAN 10 Bandarlampung,” ungkapnya kepada Harian Pilar, Jumat (20/09/2019).

Purwadi menambahkan, dirinya melihat aura yang ada di SMAN 10 ini semangat dari para gurunya sangat luar biasa sekali.

“Kita dorong teman-teman guru yang sangat luar biasa ini yang harus mendidik anaknya orang lain. Saya selalu mengatakan bahwa profesi guru ini sangat luar biasa mau memintarkan anaknya orang lain dan anaknya sendiri dititipkan kepada orang lain juga,” terangnya.

Untuk sarana dan prasarana Sekolah yang ada Bandarlampung ini, Purwadi menerangkan,  relatif bagus dan baik semua untuk sarana dan prasarananya. Adapun, untuk pembangunan maupun perbaikan (rehab) sendiri itu perlu bertahap pembangunannya.

“Pemerintah tidak ada anggaran yang besar untuk melakukan perbaikan seluruh Sekolah yang ada di Indonesia ini. Karena Kementerian Pendidikan inikan harus bertanggung jawab terhadap 34 provinsi,  ini tidak mudah. Oleh karena itu harus kita bahu membahu dengan Pemprov,  orangtua dan masyarakat yang peduli dengan pendidikan ini,” jelasnya.

Mengenai penerimaan siswa baru dengan sistem zonasi, Purwadi menjelaskan, kebijakan itukan baru pasti ada masalah. Kedepannya, itu akan menjadi bahan evaluasi dan akan diperbaiki kedepannya.

“Sistem zonasi itu baik sekali. Cuma permasalahannya kan bagi daerah-daerah jauh itu kan tingkat pilihan nya menjadi sulit. Tugas kita nanti akan membangun sekolah sekolah yang dikantong-kantong yang sangat jauh. Karena kita jadi tau sekarang dengan zonasi itu mana kantong-kantong dulu yang tidak terlayani. Selama inikan tidak terungkap dan selama adanya sistem zonasi ini baru terungkap. Karena sekolah negeri ini sekolah yang diakses oleh seluruh warga negara.  Sekolah negeri ini kan dibangun oleh negara,  didirikan negara, dibiayai negara dan diperuntukkan untuk seluruh warga negara, ” pungkasnya. (Harry)