Harianpilar.com, Pesawaran – Bantuan dana Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di Desa Kedondong, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran, diduga bermasalah.
Hasil investigasi di lapangan menemukan fakta mencengangkan. Dimana hak para petani di Desa Kedondong diduga diambil secara paksa terkait bantuan pembangunan jaringan irigasi oleh segelintir orang desa setempat.
“Kami pengurus P3A Kedondong D I.2 kaget dengan bantuan pemerintah yang nilainya sekitar Rp200 juta. Bantuan tersebut, diterima oleh pengurus P3A baru yang kami tidak kenal, karena mereka bukan petani,” ujar Andhika Purnomo, Sekretaris P3A Kedondong D I 2, belum lama ini.
Dia menjelaskan pada tahun 2016, dirinya bersama rekan-rekan petani membentuk P3A dan dikukuhkan oleh Kepala Desa Kedondong.
“Jadi pengurus P3A yang menrima bantuan dana untuk membangun irigasi tidak jelas dasarnya, karena syarat jadi pengurus harus memiliki lahan garapan. Sehingga pengurus faham betul letak dan kebutuhan air para anggotanya. Saya curiga mereka hadir hanya untuk mendapatkan proyek pembangunan daerah irigasi yang nilainya sekitar Rp200 juta,” timpal dia.
Ditambahkan, P3A Kedondong 2 diketuai oleh Harun Syafei, Sekretaris Muslim Tiar, Sekretaris 2 Andhika Purnomo, dan Bendahara Rahim yang semuanya memiliki lahan pertanian di wilayah Kedondong 2.
Namun seiring datangnya bantuan dari Balai Besar terkait daerah irigasi muncul kepengurusan baru yang di ketua oleh Syahbandar, Sekretaris Roi Deni dan Bendahara Yayan yang merupakan adik kandung Kepala Desa Kedondong.
“Mereka tidak memiliki lahan pertanian. Dana tersebut diambil mereka, sekarang sedang dibangun talut di lahan pertanian milik kami dan posisinya tidak teratur. Wajar saja pelaksanaan pembangunan tidak tahu karena mereka tidak paham dengan areal sawah milik anggotanya,” tambahnya.
Dia hawatir dana tersebut tidak terialisasi sesuai dengan harapan masyarakat yang memiliki sawah di daerah D.I 2 tersebut.
Lebih lanjut dia menceritakan, Yayan yang mengaku sebagai Bendahara mendatangi rumah P3A Kedondong 2, Muslim untuk menyerahkan amplop yang diduga berisi uang.
Hal tersebut dimaksudkan agar masalah itu tidak melebar. Namun amplop tersebut ditolak oleh Muslim, karena takut kalu ada apa-apa dikemudian hari, Muslim bakal terserat,” tukasnya.
Terpisah, saat dikonfirmasi Ketua P3A yang baru Syahbandar tidak memberikan keterangan yang jelas dan terkesan ingin menutup-nutupi masalah yang sedang bergulir.
“Kerumah aja mas, kapan bisa main kesini, tolonglah jangan diberitakan masalah ini,” ungkapnya singkat , melalui telpon genggamnya, Senin sore (16/09/2019). (Tim/Mar)









