oleh

Mesuji Timur dan Rawa Jitu Utara Krisis Air Bersih

Harianpilar.com, Mesuji – Masyarakat di dua Kecamatan Mesuji Timur dan Rawa Jitu Utara Kabupaten Mesuji mulai mengalami krisis air bersih.

Hal itu tidak lain disebabkan kemarau panjang yang melanda saat ini.

Darno (45), salah satu warga Kecamatan Mesuji Timur, mengatakan bahwa saat ini untuk mendapatkan air bersih dari sumur umum yang menjadi sumber air bersih di daerahnya harus menunggu 10 -12 jam dan itupun harus antrian dengan tetangga lainnya.

“Kami harus menunggu sepuluh sampai dua belas jam untuk mendapatkan air bersih dari sumur karena kondisi sumur mengering.  Itupun harus bergantian dengan tetangga lainnya,” katanya.

Dikatakannya, bahwa kondisi kemarau diperkirakan masih panjang, dan warga tentu akan makin sulit mendapatkan air bersih.

“Kalau tiga bulan ke depan belum juga turun hujan, kami tentu akan sulit mendapatkan air bersih,” katanya.

Warga lainnya juga mengatakan hal senada, dan mereka membeli air bersih dari pedagang.

“Semenjak musim kemarau ini, saya harus terpaksa membeli air bersih untuk kebutuhan rumah tangga karena sumur sudah tidak airnya dan belum ada,” ujar Saimah, salah satu warga Kecamatan Mesuji Timur.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mesuji Syahril lmengatakan bahwa ada 30 desa di daerahnya yang harus mendapat suplai air bersih dan itu sudah dilakukan.

“Sejak kekeringan melanda Mesuji, rata-rata dua tangki air berkapasitas 10 ribu liter didistribusikan setiap hari kepada warga setempat,”katanya.

Ia memperkirakan kebutuhan air bersih layak konsumsi semakin meningkat. Ia mengatakan pihaknya telah mendistribusikan air bersih ke Desa Tanjung Serayan Kecamatan Mesuji dan Desa Tanjung Mas Mulya Kecamatan Mesuji Timur.

Pendistribusia n air bersih ini, kata Syahril, berlangsung sejak sepekan terakhir, dan sudah ada enam desa di Kecamatan Mesuji dan Mesuji Timur yang mendapatkan pasokan air bersih.

“Sudah ada enam desa yang kita suplay air bersih. Dan saat ini terus berlangsung,” tukasnya. (Sandri)