oleh

SDN 3 Wonosari Ikuti Pembelajaran K-13

Harianpilar.com, Lampung Timur – Tuntaskan kurikulum 2013 (K-13) pada tahun ajaran 2019-2020, SDN 3 Wonosari, Kecamatan Pekalongan, Kabupaten Lampung Timur (Lamtim) mengikuti pembelajaran yang dilaksanakan oleh Kelompok Kerja Guru (KKG) Kecamatan Pekalongan, Kamis (01/08/2019).

Acara yang berlangsung selama tiga hari ini, di hadiri oleh Kordinator Wilayah (Korwil) Kecamatan Pekalongan, Sutrisno, S.Pd, kepala sekolah, serta seluruh perwakilan guru-guru yang ada di Kecamatan Pekalongan dan dibuka langsung oleh empat pengawas yang berada di Kecamatan Pekalongan Kabupaten Lampung Timur sebagi narasumber.

Kepala SDN 3 Wonosari Siti Aminah S.Pd SD. mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pembekalan kepada guru di dalam mengimplementasikan K-13.

“Sehingga guru memiliki kemampuan untuk menerapkan K-13 di sekolah dengan tepat dan sesuai dengan konsep, strategi, serta karakteristik yang akan diterapkan dalam pembelajaran,” kata dia.

Untuk itu lanjutnya, implemetasi K-13 ini diharapkan dapat membawa manfaat yang lebih besar bagi para guru-guru yang ada di kecamatan pekalongan yang mengikuti acara ini.

“SDN 3 Wonosari Kecamatan Pekalongan, Kabupaten Lampung Timur mengirimkan enam orang guru untuk mengikuti acara ini,” ujarnya.

Sementara, pengawas Kecamatan Pekalongan Drs. Sarwono mengutarakan, kegiatan KKG dalam implementasi K-13 ini, pada tahun ajaran baru 2019-2020 semua sekolah sudah harus memakai K-13 yang berbasis revisi terbaru.

“Tujuannya untuk diterapkan pada saat proses pembelajaran disekolah masing-masing, sehingga di dalam proses pembelajaran, dipacu dengan kualitas guru mengajar yang baik sesuai dengan K-13 yang terbaru dan setiap sekolah mengirimkan emam orang guru. Pada hari pertama kelas 1 dan 4, hari kedua kelas 2 dan 5, dan hari ketiga kelas 3 dan 6.

Maka lanjutnya, dengan K-13 revisi baru diharapkan dapat memahami cara penyusunan RPP K-13 SD untuk mengetahui urutan materi ajar yang dikembangkan dari silabus dalam pencapaian target kompetensi dasar.

“Ini sangat banyak manfaat didapatkan bila para guru membuat catatan kegiatan harian selama proses belajar mengajar di kelas, karena catatan tersebut bisa dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan rencana pelaksanaan pembelajaran,” tandasnya.

Selain itu lanjutnya, keberhasilan seorang pengajar dalam mendidik siswa akan diketahui beberapa waktu kemudian di saat menempuh pendidikan ke tingkat SMP, SMA dan perguruan tinggi. “Itu sebabnya kita harus memupuk mental peserta didik supaya lebih berprestasi,” tukasnya. (Can).