Harianpilar.com, Bandarlampung – Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila (PP) Lampung, Rycko Menoza mengungkapkan keinginannya untuk maju pada Pilwakot Bandarlampung 2020 mendatang. Bahkan, Politisi Partai Golkar Lampung ini diam – diam sudah intens melakukan komunikasi dengan pimpinan partai politik (parpol) guna penjajakan koalisi.
Setidaknya, sudah ada empat parpol yang dijalin komunikasi oleh Mantan Bupati Lampung Selatan (Lamsel) ini. Yakni Partai Golkar, PDIP, Partai Demokrat, dan Partai Gerindra.
“Ya sudah adalah kita komunikasi dengan mereka. Tapi baru sebatas bisik – bisik saja. Mereka kan dulu juga dukung kita waktu pilkada Lamsel 2020. Tapi kita tidak tahu ya, apakah bisik – bisik ini dimengerti nggak sama mereka,” ujarnya usai menghadiri pelantikan pengurus Sapma PP Bandarlampung periode 2019 – 2021 di Hotel Horison, Senin (15/07/2019).
Menurutnya, syarat untuk maju dalam setiap konstetasi pilkada adalah dengan mendapat dukungan penuh dari partai politik dengan syarat kursi penuh. “Jadi kalau kursinya nggak cukup atau nggak penuh, ya nggak bisa ngusung calon dong. Makanya kita perlu koalisi,” jelasnya.
Untuk itu, dirinya sampai saat ini melihat dan mencermati situasi politik Kota Bandarlampung. Karena, kata dia, keputusan semua ada di partai untuk menentukan siapa calon yang akan diusung maju.
“Ya saya juga tidak bisa menentukan sendiri. Masih ada partai yang diatas kita. Saya juga harus mendapat dukungan juga dari keluarga. Jadi kita lihat situasinya dulu lah,” ungkapnya.
Kendati demikian, dirinya berharap setiap ada konstetasi pilkada ada salah satu kader PP yang ikut terlibat. Bahkan turut mencalonkan diri sebagai bupati atau wakil bupati. Meskipun PP bukan termasuk partai politik.
“Pemuda Pancasila ini kan bukan partai politik. Tapi jika ada pilkada atau pilgub, kita juga pengen terlibat. Dan kita juga pengen menempatkan kader terbaik kita untuk menang,” tukasnya.
Sebelumnya, Ketua MPW Pemuda Pancasila Lampung, Rycko Menoza memastikan dirinya untuk maju pada Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota (Pilwakot) Bandarlampung 2020 mendatang. Hal ini tentunya membantah sas-sus yang tersiar jika Wakil Ketua DPD Partai Golkar Lampung ini bakal kembali maju pada Pilkada Lamsel 2020 mendatang.
Bicara Pilkada Lamsel, Anak mantan Gubernur Lampung Sjahroedin ini menilai, dirinya tidak dapat berbuat banyak untuk membangun Kabupaten Lamsel jika terpilih nantinya.
Menurutnya, hal tersebut dikarenakan efek domino kasus korupsi Bupati Lamsel (nonaktif) Zainudin Hasan. “Kalau bicara Lamsel juga sama era pemimpin yang sekarang juga tidak banyak bisa berbuat apa untuk masyarakat karena terbelenggu kasus korupsi,” ujarnya, Kamis (27/06/2019).
Maka dari itu, Bupati Lamsel periode 2010 – 2015 ini memantapkan dirinya untuk maju pada Pilwakot Bandarlampung 2020 mendatang. Karena, dirinya ingin melakukan inovasi dan percepatan pembangunan yang merata di Kota Tapis Berseri.
“Yang pasti Bandarlampung butuh inovasi, perubahan, percepatan, dan bangkit dari pembangunan yang tidak merata,” ungkapnya. (Cah).









