Harianpilar.com, Mesuji – Arus lalu lintas ruas Jalinsum Mesuji, Lampung-Sumsel lumpuh pada Senin siang akibat jembatan Way Mesuji rusak parah dan ambrol, Minggu (16/06/2019).
Amrolnya, jembatan penghubung tersebut membuat kemacetan panjang di jalan lintas timur, tepatnya ruas jalan Desa Labuhan Permai, Kecamatan Way Serdang, Kabupaten Mesuji.
Untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan terkait kemacetan panjang tersebut, Polres Mesuji menurunkan anggotanya untuk melakukan patroli dan menjaga kondusifitas di lingkup wilayah hukum Polres setempat.
Salah seorang anggota Team Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polres Mesuji yang sempat ditemui saat melakukan patroli pengamanan, Brigpol. Arnol mengatakan, Tekab 308 Polres Mesuji melakukan penjagaan bagi para sopir kendaraan yang terjebak macet, agar tidak ditemukan aksi pemalakan atau bentuk kriminalitas lainnya di wilayah hukum polres setempat.
“Kami siaga di lokasi, karena biasanya disaat macet seperti ini ada yang mengambil kesempatan untuk melakukan pemalakan dan penodongan kepada sopir kendaraan,” jelas Arnol.
Oleh karena itu, lanjutnya, Tekab 308 Polres Mesuji siap berjaga untuk pengamanan kendaraan yang macet ekses dari ambrolnya jembatan penghubung dua provinsi di Kabupaten Kayu Agung, Sumatera Selatan, pada Minggu (16/06/2019).
“Mudah-mudahan dengan kita jaga seperti ini tidak akan terjadi tindak kejahatan disini, dan para pengendara merasa aman,” tutup Arnol.
Sementara pantauan dilokasi bahwa putusnya Jalur Lintas Timur Sumatera Mesuji, Lampung – OKI, Sumatera Selatan tidak lain akibat Jembatan Pematang Pangggang jebol setelah dilewati truk muatan besar pada Senin (17/06/2019) sekitar pukul 00.30 Wib.
Jembatan penghubung yang berada perbatasan Mesuji Lampung dengan Sumatera Selatan Jalan lintas timur Km 200 ini tidak dapat lagi dilintasi oleh kendaraan jenis apapun dikarenakan kondisinya putus.
Kasatlantas Polres Mesuji AKP Hadly Nasution menghimbau agar para pengemudi yang menuju arah Sumatera Selatan agar melalui jalan lintas tengah.
“Untuk kendaraan besar yang menuju Palembang kami himbau agar melalui jalan lintas tengah, sementara menunggu perbaikan jembatan,” Himbau Kasatlantas.
“Sedangkan untuk kendaraan kecil menuju Kayu Agung bisa melawati jalan tol,” tambah AKP Hadly Nasution.
Akibat jembatan di jalan lintas timur tepatnya di perbatasan antara Provinsi Lampung dan Sumatera Selatan ini jebol terjadi kemacetan panjang.
Untuk menjaga keamanan pengendara agar tidak terjadi tindakan kriminalitas satuan Tekab 308 Polres Mesuji sudah diterjunkan berjaga untuk pengamanan kendaraan yang mengalami kemacetan.
Sementara itu, Kapolres Mesuji AKBP Edi Purnomo mengatakan bahwa jembatan Way Mesuji rusak parah karena dua truk besar berusaha melintasi jembatan itu bersamaan, sehingga badan jalan di jembatan itu ambles.
“Jebolnya jembatan itu karena dua truk bersebelahan saat melintas, yang membuat jalan aspal ambles,” katanya.
Dua truk berwarna hijau dengan nopol BG 8629 ID bermuatan karnel sawit dari arah Palembang ke Lampung, sedangkan truk besar berwarna merah dari arah Lampung ke Palembang bernopol BG 8853 IC dengan muatan semen putih.
Jembatan itu ambles pada Senin dini hari mengakibatkan arus lalu lintas di Jalan Lintas Sumatera Mesuji Lampung – Palembang lumpuh total.
“Muatan kedua truk itu sedang dibongkar, dipindah ke kendaraan lain agar truk itu ditarik,” kata Kapolres.
Secara terpisah, Kasat Lantas Polres AKP Hadly menuturkan bahwa truk merah dikendarai oleh Adi Irawa (43) dengan kapasitas 45 ton, sedang pengemudi truk Fuso hijau tidak ada sopirnya.
“Supir Fuso hijau kabur, sampai saat ini belum diketahui siapa orangnya, pintu mobilnya juga dikunci. Saat ini sedang kami cari. Kedua itu melebihi kapasitas,” ujarnya.
Menurut Konsultan Bina Marga, Irfin Lubis, evakuasi truk terlebih dahulu dilakukan.
Menurut dia, setelah truk dievakuasi, segera dilakukan kontruksi sementara agar secepatnya bisa dilalui.
“Pekerja, alat, dan material telah kami siapkan. Kejadian ini bukan akibat jembatan rapuh, melainkan karena kendaraan overload melebihi kapasitas. Di sini juga kita sedang memperbaiki jembatan sebelahnya, sekitar 15 hari lagi baru selesai dikerjakan,” katanya. (Sandri/Maryadi)










